Dugaan Pelecehan Seksual Anak di Pekon Tanjungan Berakhir Damai

Ilustrasi/Net
Ilustrasi/Net

Dugaan pelecehan seksual terhadap anak dibawah umur terjadi di Dusun Tanjunganom Pekon Tanjungan, Kecamatan Pematangsawa, Kabupaten Tanggamus.


Kepada Kantor Berita RMOLLampung, S selaku bapak korban mengatakan, tetangga mereka atas nama Po, diduga sudah 4 kali melakukan pelecehan seksual kepada L (11), anak bungsu dari lima bersaudara.

Peristiwa terungkap setelah korban menceritakan kejadian tersebut kepada tetangga mereka, pada jumat 7 Januari lalu. Saat ditanya, korban pun mengakui kejadian pelecehan tersebut kepada keluarganya, dirinya oleh pelaku diberi uang sebanyak 11 ribu rupiah usai dilecehkan.

Kemudian masalah tersebut diurus oleh mantunya, dan terduga pelaku mengakui semua perbuatan yang dilakukannya.

Lalu mereka berdamai secara kekeluargaan, kesepakatan perdamaian itu dilakukan di rumah Slamat, di Pekon Tugupapak, Kecamatan Semaka pada Jumat 14 Januari 2021, dengan saksi-saksi diantaranya, A anak dari pelaku dan BM selaku Pendampingan Restorasi Justice korban, dan lainnya.

"Perdamaian tersebut dibuat secara tertulis bermaterai, dan di tandatangani terduga pelaku dan korban, tanpa melibatkan kepala pekon setempat. Adapun isi perdamaian tersebut yaitu, pelaku akan membiayai kebutuhan dan sekolah korban sampai umur 25 tahun atau sampai menikah," jelasnya, Sabtu (15/1). 

Kepala Pekon Tanjungan, Burzani didampingi Sekdesnya mengatakan, mereka sudah mengetahui masalah itu dari kadus setempat saat mereka berkonsultasi, karena keluarga korban terkesan tertutup saat kadus menanyakan hal tersebut kepada keluarga mereka.

Namun karena mereka tidak melapor, serta terkesan tertutup, dan bahkan informasinya mereka sudah membuat perdamaian keluarga, dengan melibatkan warga diluar pekon tanpa melibatkan kepala pekon.

"Kami simpulkan, kalau mereka tidak melapor kepada pemerintahan pekon, yaa sudah kita biarkan saja," ujarnya.

Saat mencoba mengkonfirmasi terduga pelaku pada sabtu malam, namun rumahnya sudah dalam keadaan tertutup. Demikian juga dengan rumah Slamat di Pekon Tugupapak.