Duit Nasabah Hilang, Komisaris Utama Bank Lampung Janji Ganti Rugi

Sekdaprov Lampung Fahrizal Darminto/Vera
Sekdaprov Lampung Fahrizal Darminto/Vera

Seorang nasabah Bank Lampung Edwin mengaku kehilangan saldo di ATM sebesar Rp5 juta secara mendadak pada Minggu (5/6) lalu.


Hilangnya saldo diduga karena kejahatan skimming (tindakan kejahatan pencurian data pengguna ATM untuk membobol rekening) atau kurangnya sistem keamanan bank kepada nasabah.

Menanggapi hal tersebut Komisaris Utama Bank Lampung Fahrizal Darminto mengatakan, akan bertanggungjawab jika memang kejahatan tersebut merupakan kelemahan sistem bank.

"Saya sudah mendapatkan laporan dari jajaran direksi, dan mereka sudah melakukan upaya-upaya untuk menangkal tetapi selebihnya saya tidak bisa berkomentar karena saya tidak menguasai secara teknis," katanya, Selasa (7/6).

Kemudian, terkait ganti rugi, pihak Bank Lampung akan mengganti saldo tersebut sesuai dengan nominal yang hilang.

"Sesuai dengan peraturan dari OJK, ganti rugi bisa saja dilakukan. Kalau ternyata kerugian nasabah itu karena kelemahan sistem Bank. Maka Bank bertanggungjawab. Dipelajari dulu, jika itu (skimming)," tambahnya.

Sementara itu, Kabag Humas Bank Lampung Edo Lazuardi meminta maaf kepada seluruh nasabah dengan adanya tindakan percobaan skimming pada beberapa rekening nasabah Bank Lampung.

"Kita sudah melakukan tindakan preventif agar itu tidak meluas, kita sudah bentuk Tim investigasi, dan saat ini sedang bekerja. Dan gak bisa buru-buru," ungkap Edo.

Dia juga mengimbau agar masyarakat tidak resah, karena jika benar korban adalah korban kejahatan skimming, maka uang nasabah Bank Lampung tersebut tetap diganti dan aman.

"Jika terbukti itu korban skimming, maka kita ganti. Oleh karena itu masyarakat enggak usah resah (cooling down), Bank Lampung pasti ganti, jika memang itu korban skimming (Begitu itu terbukti kami ganti)," tambahnya.

"Tapi itu juga harus dibuktikan terlebih dahulu. Jangan sampai nantinya orang laporan ngaku-ngaku, tapi bukan korban skimming," tutup dia.