Eks Kadis PUPR Lampung Utara Titip Uang Rp 1 M Ke Istri

Terdakwa kasus fee proyek Lampung Utara, eks Kadis PUPR, Syahbudin, menitipkan uang Rp 1 miliar 50 juta kepada istrinya, Rina Febrina.


Menurut Rina uang tersebut adalah uang rekanan yang akan
dikembalikan.

"Saat itu suami saya nitipkan uang 1 miliar 50 juta.
Karena saya takut hilang maka saya masukkan ke bank mandiri. Kata suami saya
kenapa dimasukkan ke bank, itukan kan uangnya mau dikembalikan, nanti kalau mau
diambil bisa ya. Saya jawab iya," kata Rina saat jadi saksi sidang online
di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Kamis (2/4).

Tidak hanya itu, Rina juga mengaku pernah ditransfer Rp
50 juta oleh rekanan atas nama CV Tunas Jaya Utama dan Rp 100 juta atas nama
Suhaimi.

"Suami saya bilang nanti ada yang transfer ya,"
jelasnya.

Rina pernah juga disuruh Syahbudin untuk mengambil uang
Rp. 250 juta, Rp 300 juta secara kes di bank mandiri.

"Pernah juga mentransfer Rp 260 juta atas nama
Faturahmah, transfer Rp 125 juta atas nama Amril," kata Lucky Dwi Nugroho
selaku Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK yang membantu mengingatkan.

Rina mengaku pernah diminta sang suami untuk mentrasfer
ke rekening istri Agung Ilmu Mangkunegaran, rekening istri wakil bupati yang
lama dan baru, serta istri sekda saat lebaran.

"25 juta tahun 2019, 100 juta tahun 2018, 100 juta
tahun 2017, dan 100 juta tahun 2016 kepada Indah," kata Lucky Dwi Nugroho
membantu mengingatkan.

Menurut Rina, ia juga pernah diminta untuk membelikan
susu dan baju renang oleh istri Agung Ilmu Mangkunegaran.

"Suami saya bilang apa punya yang diminta sama ibu
bupati harus dipenuhi," jelasnya.

Sementara Agung Ilmu Mangkunegaran menyangkal keterangan saksi
bahwa istrinya pernah meminta uang untuk membeli susu, baju renang dan
keperluan pribadi lainnya.

Menurut Lucky Dwi Nugroho, pemberian kepada pejabat
negara itu masuk ke dalam grativikasi. "Namun terdakwa menyangkal
keterangan saksi, terdakwakan tidak disumpah, sementara saksi memberikan
keterangan di bawah sumpah sebagai pembuktian," jelasnya.