Empat Balita Pesawaran Positif Covid-19

dr Aila Karyus/RMOLLampung
dr Aila Karyus/RMOLLampung

Empat balita di Kabupaten Pesawaran terkonfirmasi positif Covid-19. Dua dari empat balita tersebut merupakan keluarga kontak erat pasien R yang merupakan sopir speed boat asal Kecamatan Telukpandan yang beberapa waktu lalu terkonfirmasi positif Covid-19.


Hal tersebut disampaikan Juru Bicara Tim Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Pesawaran, dr. Aila Karyus ketika dihubungi melalui sambungan teleponnya, Senin (15/9).

"Ya hari ini penambahannya ada dua untuk balita, warga Kecamatan Teluk Pandan, dua-duanya anak kecil, kontak erat sama tuan R yang sopir speed boat kemarin," kata dia.

Dijelaskan dia, dua orang balita itu adalah cucu dari R, yang masing-masing berusia lima bulan dan juga 1,6 tahun, berjenis kelamin laki-laki dan perempuan.

Aila melanjutkan, dua orang lainnya adalah warga Kecamatan Gedongtataan. Yakni, balita berusia 18 bulan yang ibunya bekerja di salah satu rumah sakit swasta di Bandar Lampung. Sedang, satu orang lainnya merupakan bayi yang baru saja dilahirkan dari seorang ibu juga terkonfirmasi positif Covid-19.

"Kemarin kalau untuk Kecamatan Gedongtataan, satu balita juga usia 18 bulan, memang ibunya bekerja di rumah sakit, tertular dari ibunya," jelas dia.

"Sedangkan satu orang lagi adalah bayi yang kemarin baru dilahirkan secara caesar," sambungnya.

Mengantisipasi munculnya cluster baru penyebaran Covid-19, Aila mengaku telah melakukan pembicaraan bersama dengan Tim GTPP Kabupaten Pesawaran. Dirinya mengungkapkan GTPP Kabupaten Pesawaran akan kembali diaktifkan setelah beberapa sempat dihentikan.

"Sudah diskusi dengan pak Sekda selaku Ketua Harian Tim Gugus Tugas, bahwa Tim pmPercepatan Penanganan Covid-19 akan diaktifkan kembali.

Jadi kami dari jajaran tim kesehatan, akan meminta puskesmas untuk memberikan penyuluhan, entah keliling-keliling pakai mobil pusling (Puskesmas keliling-red) untuk mengingatkan masyarakat untuk menjalankan protokol," paparnya.

"Sebab sekarang masyarakat sudah banyak yang abai lagi akan protokol kesehatan, semua harus berperan agar wabah ini dapat segera terselesaikan dengan baik," tutup dia.