Empat Bulan Penyidikan KONI, Yusuf Barusman Belum Masuk Daftar Saksi Kejati

M. Yusuf Barusman/ist
M. Yusuf Barusman/ist

Sudah empat bulan kasus dugaan korupsi penyalahgunaan dana hibah Rp29 Miliar KONI Lampung Tahun Anggaran 2020 masuk tahapan penyidikan oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung.


Sejak pemeriksaan awal 24 Januari hingga sekarang, Ketua Umum KONI Lampung M. Yusuf Barusman belum pernah masuk daftar saksi Tim Penyidik Pidana Khusus Kejati Lampung. 

Pekan ini, sempat beredar isu Yusuf Barusman diperiksa Kejati Lampung. Tapi sampai pemeriksaan terakhir, Rabu (27/4), tidak ada juga nama Rektor Universitas Bandar Lampung (UBL) itu dalam daftar saksi. 

"Kamis (28/4) tidak ada pemeriksaan," kata Kasi Penkum Kejati Lampung I Made Agus Putra, Sabtu (30/4).

Pekan ini, Kejati Lampung kembali memeriksa sejumlah saksi yang pernah dimintai keterangan. 

Langganan bolak-balik diperiksa adalah Wakil Ketua III KONI Lampung Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) Frans Nurseto dan Bos Rumah Makan Kayu Liliyana Ali selaku Bendahara KONI Lampung

Senin (25/4), Kejati memeriksa 6 saksi mulai dari Sekretaris KONI Lampung Subeno dan Bos Rumah Makan Kayu Liliyana Ali selaku Bendahara KONI Lampung. 

Selanjutnya, dua Staff Pembantu Bendahara KONI  Lampung yakni Yurhannis Fatullah dan Endang Astuti. Selain itu, turut diperiksa Anna Juwita Wakil Ketua Umum II dan Nina Apriana Tanjung selaku staff Sekretariat KONI Lampung. 

Pada Rabu (27/4), Kejati memeriksa empat saksi dari Binpres di antaranya, Frans Nurseto dan Ketua Binpres KONI Lampung, Surahman yang diperiksa terkait jabatannya sebagai Tenaga Fungsional Pelatih Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Lampung. 

Selain itu, Kejati Lampung juga memeriksa anggota Binpres KONI Lampung Suwarli dan Berry Salatar. 

Kajati Lampung Nanang Sigit Yulianto menegaskan, pihaknya masih belum menetapkan tersangka dalam kasus ini. Kejati masih fokus meminta keterangan saksi-saksi.