Empat Napi Terorisme JAD Lampung Ikrar Setia NKRI

Empat narapidana terorisme JAD Lampung ikrar Setia pada NKRI/Ist
Empat narapidana terorisme JAD Lampung ikrar Setia pada NKRI/Ist

Empat orang narapidana terorisme dari jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) dari Lampung menyatakan ikrar dan bersumpah setia kepada NKRI di Aula Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IA Bandarlampung, Selasa (28/9).


Identitas empat orang ini adalah Yudhistira bin Ahmad Rifai, M. Rifki Montazeri bin Abdul Gofur, dan Indra Utama bin Rohadi Amin yang ditahan di Lapas Rajabasa Bandarlampung. 

Sementara, satu narapidana lainnya adalah Awal Septo Hadi bin Zaenudin yang ditahan di Lapas Kelas IIA Metro. 

Keempatnya menyanyikan lagu Indonesia Raya di hadapan bendera merah putih. Kemudian mereka membacakan ikrar untuk melepaskan bai'at ISIS. Usai membacanya ikrar, keempatnya mencium bendera merah putih itu. 

"Saya melepas baiat saya terhadap pemimpin atau amir ISIS yaitu Abu Bakar Al Baghdadi, maupun yang menggantikannya, Ibrahim Al Hasyim atau pemimpin organisasi jihadis radikal lainnya," ikrar mereka.

Salah satu napi, Yudhistira (43) mengatakan, keluarga yang tak lelah memberikan pengertian dan motivasi adalah salah satu alasannya untuk kembali mencintai NKRI. 

Ia semakin menyadari kesalahannya selama menjadi tahanan dan mendapatkan pembinaan secara intens di Lapas Rajabasa. 

Sementara itu, t Kepala Kanwil Kemenkumham Lampung Iwan Santoso mengatakan, perlu pembinaan secara intens sampai ke titik para narapidana terorisme ini kembali ke NKRI. 

Selain itu, perlu dukungan dari berbagai pihak untuk melancarkan pendekatan deradikalisasi ini. Motivasi paling penting berasal dari keluarga dan lingkungan di Lapas.