Enam Desa di Lampung Berpotensi Tinggi Tsunami, BMKG Minta Warga Waspada

Ilustrasi Rmol Network
Ilustrasi Rmol Network

Enam desa atau kelurahan di Lampung masuk kategori berpotensi tinggi tsunami. Data ini diungkap BMKG Lampung berdasarkan analisis dari portal inaRISK (inarisk.bnpb.go.id), Rabu (27/4).


Enam desa masuk kategori kelas bahaya tinggi adalah Desa Tanjung Agung, Kota Agung Barat di Kabupaten Tanggamus, Desa Kalianda di Lampung Selatan dan Desa Kuripan Kecamatan Pesisir Utara Kabupaten Pesisir Barat. 

Selanjutnya, Desa Pasar Krui dan Desa Pasar Kota Krui, Kecamatan Pesisir Tengah di Pesisir Barat, dan Desa Negeri Ratu Tenumbang Kecamatan Pesisir Selatan di Pesisir Barat. 

Selain enam desa tersebut, ada 195 desa yang masuk kategori kelas sedang, mayoritas berada di Tanggamus, Lampung Selatan, Pesisir Barat, Bandar Lampung. 

Ada dua desa di Pesawaran yakni Desa Suka Maju dan Kota Jawa di Kecamatan Punduh Pidada serta Desa Hutan di Lampung Barat. 

Ada 19 desa di Tanggamus yakni, Desa Karang Anyar di Wonosobo, Karang Rejo di Semaka, Negeri Ratu, Baros, Pasar Madang dan Terbaya di Kota Agung.

Desa Way Nipah, Guring, Betung, Way Asahan dan Kampung Baru di Pematang Sawa. Desa Karta, Kagungan, Suka Banjar dan Menggala di Kota Agung Timur. Desa Kandang Besi di Kota Agung Barat. 

Selanjutnya, Desa Tengor dan Suka Banjar di Cukuh Balak, Desa Napal di Kelumbayan, Desa Tegineneng di Limau. 

Ada 18 desa di Lampung Selatan mulai dari Desa Tarahan, Karya Tunggal, Rangai Tri Tunggal di Kecamatan Katibung. Desa Pauh Tanjung Iman dan Maja di Kalianda. 

Kemudian, Desa Hargo Pancoran, Batu Balak, Kunjir, Waymuli, Sukaraja, Rajabasa, Banding, Canti, Canggung, Betung dan Tanjung Gading di Kecamatan Rajabasa. Desa Legundi dan Ketapang di Kecamatan Ketapang serta Desa Pulau Sertung. 

Ada 44 Desa di Pesisir Barat yakni, Tanjung Jati, Cahaya Negeri, Malaya, Bambang, Pagar Dalam dan Lemong di Kecamatan Lemong. Desa Negeri Ratu, Kerbang Langgar, Kerbang Dalam, Balam, Way Narta, Kota Karang, dan Gedau di Pesisir Utara. 

Desa Pekon Lok, Bandar Dalam dan Pasar Pulau Pisang di Kecamatan Pulau Pisang. Desa Way Sindi Hanuan, Way Sindi, Kebuayan, Way Nukak, Laay, Penggawa Lima Tengah, dan Menyangcang di Kecamatan Karya Penggawa. 

Desa Bumi Waras, Penggawa Lima, Penggawa Lima Ilir di Kecamatan Way Krui. Desa Way Redak, Serai, dan Kampung Jawa di Pesisir Tengah. Kemudian, Desa Lintik dan Mandiri Sejati di Kecamatan Krui Selatan. 

Desa Tanjung Setia, Pagar Dalam, Tanjung Jati, Pelita Jaya, Sukarame dan Tulung Bamban di Kecamatan Pesisir Selatan. Desa Gedung Cahya Kuningan, Muara Tembulih, Bumi Ratu Ngambur di Kecamatan Ngambur. 

Selanjutnya, Desa Padang Dalam di Kecamatan Bengkunat, Desa Sumber Rejo, Kota Jawa, dan Tanjung Rejo di Bengkunat Belimbing. 

Terakhir, ada 8 Kelurahan di Bandar Lampung yakni Kelurahan Kangkung dan Bumi Waras di Kecamatan Bumi Waras. Dilanjutkan, Kelurahan Srengsem, Panjang Selatan, Panjang Utara, Pidada, dan Karang Maritim di Kecamatan Panjang. 

BMKG Lampung mengatakan, wilayah rawan tsunami ini ini dapat digunakan sebagai acuan bagi pemerintah daerah dalam menentukan prioritas lokasi program penanggulangan bencana dan pembangunan berbasis pengurangan risiko bencana. 

Informasi ini sebagai upaya peningkatan kesadaran dan kesiapsiagaan bagi masyarakat dan pemerintah daerah, dengan memberikan pemahaman akan kondisi kebencanaan yang ada di daerahnya. 

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi gelombang tinggi/tsunami terutama di malam hari. 

BMKG bersama PVMBG dan Badan Geologi terus melakukan monitoring perkembangan aktifitas GAK dan muka air laut di Selat Sunda. 

"Waspada bukan evakuasi, waspada artinya tetap berhati hati dengan tetap memperhatikan informasi dari BMKG PVMBG dan Badan Geologi," tutup keterangan BMKG Lampung.