FBU Minta Polisi Kenakan UU Teroris Pada Penusuk Syech

Hermawan/Foto Pribadi
Hermawan/Foto Pribadi

Forum Bela Ulama (FBU) mengirim surat agar Kapolresta Bandarlampung AKBP Yan Budi mengenakan UU Teroris terhadap penusuk Syekh Ali Jaber.


"Kami yakin peristiwa ini bukan kriminal biasa, tapi teror terhadap ulama dan umat Islam," ujar Sekretaris FBU Gunawan Parikesit kepada Kantor Berita RMOLLampung, Rabu (16/9).

Gunawan berharap kepolisian menerapkan UU No.5 Tahun 2018 tentang Terorisme serta pembunuhan berencana Pasal 340 KUHP kepada "Sang Laknatulloh".

Dia berharap kepolisian mengungkap secara transparan dan profesional motivasi pelaku menusuk ulama besar asal Madinah yang sudah 12 tahun menetap di Indonesia.

Gunawan Parikesit/Foto Pribadi

Dalam surat yang ditandatangani Ketua FBU Hermawan kepada AKBP Yan Budi di Polresta Bandarlampung, Rabu (16/9), ada empat poin pernyataan, yakni:

1. FBU mendesak Kepolisian RI untuk bersikap profesional dan tidak menggunakan standar ganda dalam proses penyidikan dalam mengungkap penusukan tersebut.

2. FBU mendesak Kepolisian RI segera menetapkan pasal yang sesuai terhadap tersangka, yaitu UU Terorisme dan pembunuhan berencana.

3. FBU mengamanatkan Kepolisian RI untuk mengungkap tabir peristiwa tersebut secara transparan dan profesional.

4. FBU menghimbau Kepolisian RI untuk memberikan kesempatan kepada semua pihak dan elemen masyarakat untuk bersama-sama bergabung dalam pembentukan Tim Pencari Fakta.

Menurut kedua advokat, Hermawan dan Gunawan Parikesit, FBU terdiri dari para pengamat hukum, ormas, LSM, pengacara, serta praktisi hukum.

"Kami sangat mengecam terjadinya insiden ini," tandas Gunawan.

Syekh Tak Percaya Pelaku Gila

Syekh Ali Jaber juga mengaku tidak percaya sosok penyerangnya memiliki gangguan jiwa. Menurutnya, dari cara menyerangnya sang pelaku sangat terlatih.

“Saya tidak percaya kalau pelaku gila. Cara dia memburu targetnya yakni menuju bagian vital, sangat berani dan terlatih saat menusuk saya,” kata Ali Jaber, Senin (14/9). 

Syekh Ali Jaber ditusuk A. Alfian Andrian (24) lengan atasnya saat menghadiri wisuda tahfiz Quran di Masjid Falahuddin, Kota Bandarlampung, Minggu (13/9).