FJPI Lampung dan Walikota Eva Dwiana Bahas Sinergitas Program untuk Perempuan

Audiensi FJPI Lampung bersama Walikota Bandar Lampung Eva Dwiana, Jumat (25/11)/Dok. kominfo Bandar Lampung
Audiensi FJPI Lampung bersama Walikota Bandar Lampung Eva Dwiana, Jumat (25/11)/Dok. kominfo Bandar Lampung

Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) Lampung melakukan audiensi dan bersilaturahmi dengan Walikota Bandar Lampung Eva Dwiana di Ruang Kerja Walikota, Jumat (25/11) sore.


Ketua FJPI Lampung Vina Oktavia (Harian Kompas/Kompas.id) memperkenalkan FJPI sebagai forum yang beranggotakan para jurnalis perempuan di Lampung yang dikukuhkan sejak 5 Maret 2022 dengan 10 orang anggota. 

Di antaranya, Wakil Ketua Rinda Mulyani (Portallnews Lampung), Sekretaris Rohmah Mustaurida (IDN Times Lampung), Bendahara Faiza Ukhti Annisa (Rmol Lampung), Divisi Pendidikan dan Pelatihan Silviana (IDN Times Lampung) dan Sekar Sari Indah (Inews Lampung).

Selanjutnya, Divisi Pengembangan Organisasi Sulis Setia M (Tribun Lampung), Leni Marlina (Swara Lampung), Divisi Humas Bela Ibnaty Sardio (Kumparan Lampung) dan Anggi Rhaisa (Radar Lampung).

"Forum ini didirikan untuk mendukung peningkatan profesionalisme jurnalis perempuan demi kemajuan perempuan di Indonesia," kata Vina.

Secara kelembagaan, lanjutnya, FJPI Lampung juga menginduk dengan FJPI pusat yang diketuai oleh Uni Lubis, Pemimpin Redaksi IND Times. 

Saat ini, FJPI sudah ada 14 provinsi di Indonesia, yakni Jakarta, Jawa Timur, Sumatera Utara, Aceh, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Maluku, Papua, Papua Barat, NTB, dan Lampung. 

Vina melanjutkan, FJPI Lampung mempunyai sejumlah program kerja yang bisa dikolaborasikan bersama dengan pemerintah daerah. Program kerja di bidang pendidikan dan pelatihan, antara lain menyelenggaran pelatihan dan workshop bidang jurnalistik untuk masyarakat. 

Selain itu, program kerja di bidang pemberdayaan perempuan dan anak dengan tujuan mengangkat kesetaraan gender serta mendorong pemberitaan dengan perspektif gender tentang perempuan.

Ke depan, sambung Vina, Pemkot Bandar Lampung dan FJPI bisa berkolaborasi untuk memberikan pelatihan penulisan, misalnya untuk para guru dan siswa perempuan di sekolah sehingga guru-guru lebih paham tentang literasi jurnalistik.

"Saat ini, kami juga sedang menyusun buku yang mengangkat kiprah perempuan inspiratif di Lampung. Tokoh-tokoh yang akan ditulis, mulai dari tokoh kepala daerah perempuan, tokoh pendidikan, kesehatan, pegiat lingkungan, pegiat UMKM, dan aktivis pemberdayaan perempuan dan anak," katanya.

Program kerja FJPI Lampung disambut baik oleh Walikota Eva Dwiana didampingi oleh Asisten III Bidang Umum dan Setda Yanwardi, Dinas PPA dan Kadis Kominfo Ahmad Nurizki.

"Bandar Lampung sebagai ibukota provinsi Lampung sangat membutuhkan bantuan jurnalis untuk menyosialisasikan program-program bagi masyarakat," kata dia.

Walikota perempuan pertama di Bandar Lampung itu melanjutkan, saat ini, Pemkot sedang fokus menata sungai lewat program grebek sungai untuk mengantisipasi banjir dan mengurangi sampah untuk menjaga kebersihan kota.

"Tujuan kami agar tidak ada banjir lagi, masyarakat sehat dan sejahtera. Semua program tertunda akibat pandemi akan mulai dilakukan pada tahun 2023," pungkasnya.