Fokus Atasi Limbah Domestik, Pemkot Bandar Lampung Sosialisasikan Perda 

Sosialisasi Perda pengelolaan air limbah domestik/Tuti
Sosialisasi Perda pengelolaan air limbah domestik/Tuti

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung berkomitmen meningkatkan kesehatan masyarakat melalui sanitasi. Salah satu fokusnya yakni pengelolaan air limbah domestik. 


Saat ini Kota Bandar Lampung telah memiliki Peraturan Daerah nomor 7 tahun 2020 tentang Pengelolaan Air Limbah Domestik yang diundangkan pada 23 Desember 2020 terdiri atas 21 bab dan 70 pasal. 

Kepala Bappeda Kota Bandar Lampung, Khaidarmansah mengatakan akses terhadap sanitasi aman adalah kewajiban pemerintah untuk mewujudkannya. Hal tersebut dalam rangka mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs). 

Menurutnya, Pemkot Bandar Lampung sebelumnya hanya fokus pada pengelolaan lumpur tinja, namun seharusnya air limbah domestik juga perlu diperhatikan. 

"Air limbah domestik dan lumpur tinja inikan bisa menyebabkan stunting, dan pencemaran lingkungan, maka diaturlah dalam bentuk Perda," kata Khaidarmansah daat sosialisasi Perda di Hotel Swissbel, Selasa (30/8). 

Khaidarmansah mengaku untuk mendukung program tersebut, perumahan di Kota Bandar Lampung diwajibkan membuat IPAL komunal. Pemerintah sendiri memiliki sejumlah IPAL seperti di Garuntang, Kota Karang, Kampung Pelangi. 

"Melihat dari hasil survei sanitasi layak kita mencapai 95 persen, tinggal 5 persen masyarakat yang perlu di edukasi. Kalau perilaku buang air besar sembarang (BABS) masih ada sekitar 8 persen, nanti akan dikolaborasikan dengan dinas terkait," ujarnya. 

Lebih lanjut, Khaidarmansah mengaku perlu kerjasama semua pihak untuk membantu penyuksesan sanitasi aman agar masyarakat terhindarkan dari sakit akibat pencemaran lingkungan.