Fraksi PKS Gelar Doa Bersama, Dorong Solidaritas Selama Pandemi

Ketua Majelis Syuro PKS Habib Salim Segaf Al-Jufri dalam kegiatan doa bersama yang digelar Fraksi PKS DPR RI /Ist
Ketua Majelis Syuro PKS Habib Salim Segaf Al-Jufri dalam kegiatan doa bersama yang digelar Fraksi PKS DPR RI /Ist

Pandemi yang terjadi saat ini harus membangkitkan rasa solidaritas sosial dan empati. Penting untuk selalu bersyukur dan bertaubat di tengah krisis saat ini.


Begitu tausiah yang diberikan Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Habib Salim Segaf Al-Jufri dalam kegiatan doa bersama secara daring pada Sabtu (7/8), untuk mengingat korban Covid-19.

Acara yang digelar oleh Fraksi PKS DPR RI itu dibuka dengan sambutan oleh Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini dan Presiden PKS Ahmad Syaikhu. Kemudian pembacaan Surah Yasin dan tahlil oleh Ketua MUI DKI Jakarta KH Munahar Mukhtar, serta doa oleh KH Muslih Abdul Karim. Tausiah sendiri diberikan oleh Dr. Salim.

"Malam ini kita mengingat dalam memori mereka yang gugur, yang wafat karena Covid-19. Tidak sedikit ulama yang diwafatkan. Dalam catatan MUI, ulama gugur mendekati angka 1.000 orang," tutur Menteri Sosial periode 2009-2014 ini.

Lebih lanjut, ia mengajak agar masyarakat Indonesia untuk selalu bersyukur dan bertaubat. Lantaran yang akan menyelamatkan diri dan bangsa adalah kedua hal tersebut.

"Kita harus perkuat dzikir, istighfar, dan taubat baik sendiri-sendiri maupun bersama-sama, dengan demikian Allah akan mengangat wabah ini. Tak kalah penting, pandemi harus menumbuhkan solidaritas sosial dan rasa empati," jelasnya.

Untuk itu, ia mengatakan, perlu untuk saling berbagi, tolong-menolong, dan mengasihi selama masa sulit. Dalam hal ini, Dr. Salim mendorong agar pejabat publik, struktur, dan kader PKS untuk aktif membantu masyarakat yang terdampak.

Sebagai bentuk solidaritas sosial, ia mengapresiasi Fraksi PKS yang telah memotong gaji anggota beberapa kali selama masa pandemi ini.

"Inilah bentuk kontribusi nyata PKS. Memang mungkin tidak seberapa dibanding jumlah masyarakat yang membutuhkan, tapi di sini lah rasa empati dan solidaritas itu menjadi nyata," tekannya.

Dr. Salim mengatakan, pandemi bukan hanya ujian bagi rakyat, namun juga pemerintah.

"Ini ujian Pemerintah untuk menyelamatkan rakyat, memperbaiki sistem kesehatan, dan menghadirkan bantuan sosial yang merata dan berkeadilan,” ujarnya.

Pada akhir tausiahnya, Dr Salim mengajak kepada seluruh anak bangsa, elemen masyarakat, organisasi sosial, dan para pengusaha untuk berkontribusi menangani pandemi Covid-19. Mereka yang memiliki kelebihan rejeki dapat ikut mewujudkan solidaritas sosial secara nasional.

"Inilah kekuatan bangsa kita untuk keluar dari pandemi covid 19," pungkasnya.