Gaji 2 Bulan Tak Dibayar, Petugas Kebersihan Ancam Mogok Kerja Saat Apeksi

Petugas kebersihan mengancam mogok kerja saat Apeksi/Tuti
Petugas kebersihan mengancam mogok kerja saat Apeksi/Tuti

Petugas Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandar Lampung mengancam mogok kerja saat peringatan HUT Apeksi pada 27 Mei mendatang. Hal tersebut dilakukan karena tunggakan gaji selama 2 bulan belum dibayar.


"Pekerja tolong disejahterakan, dan gaji kami selama dua bulan pada April dan September tahun 2021 tolong dibayarkan," kata petugas sapu, Hanafi di Taman Dipangga, Jumat (20/5).

Menurutnya, bukan hanya gaji Rp2 juta per bulan yang tidak dibayarkan. Peralatan sapu, hingga seragam kebersihan harus bayar sendiri. 

"Dari 2021 semua peralatan kebersihan seperti sapu itu beli sendiri, dan tidak pernah ada realisasi alat kebersihan hingga saat ini," ujarnya. 

Lanjutnya, ia sudah lelah meminta pihak DLH untuk memenuhi kewajibannya, namun tidak kunjung ada hasil. Sehingga ia bersama petugas kebersihan lainnya bertekat akan mogok kerja saat acara Apeksi langsung, jika gaji tak dipenuhi. 

"Kami akan mogok kerja dan akan menggelar aksi pada tanggal 27 Mei nanti, jika tuntutan ini tidak direalisasikan," jelasnya.

Dalam memperjuangkan haknya, Hanafi mengaku mendapatkan telepon ancaman dari Kepala Bidang DLH.

"Tadi saya sempat ditelepon, dan ancam untuk dipecat. Kami tidak takut, kalau mau pecat, pecat satu pecat semua," ujarnya.

Sementara itu, sopir truk sampah, Iwan mengaku jika terjadi kecelakaan kendaraan saat bekerja, maka pihaknya yang harus memberikan dengan uang pribadi. 

"Selama 3 tahun, ban, aki, dan kecelakaan di tanggung sendiri. Tidak ada bantuan dari dinas. Jika tidak mau kerja dengan sistem itu, maka kunci dipulangkan saja atau dipecat," jelasnya. 

Plt Kepala DLH, Riana Afrilia hingga kita belum memberikan tanggapan atas permasalahan para petugas kebersihan. Saat dihubungi ke nomor telepon 081172***** tidak menjawab, hanya berdering NSP lagu berjudul Jangan Salah Menilaiku.