Gaji Guru Honorer Masih Rendah, PGRI Bandar Lampung Minta Disetarakan UMR

Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana mengikuti upacara peringatan Hari Guru ke-76/Tuti
Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana mengikuti upacara peringatan Hari Guru ke-76/Tuti

Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Bandar Lampung meminta gaji guru honorer yang masih rendah dapat disetarakan dengan upah minimum regional (UMR). 


Ketua PGRI Kota Bandar Lampung, Yuni Herwanto mengatakan gaji guru honorer sangat kecil hanya Rp 250-300 ribu perbulan dengan mengajar 2 hari dalam seminggu. 

"Jadi 8 hari dengan gaji Rp 300 ribu perbulan, kalau dihitung per pertemuan itu tidak sampai Rp 50 ribu," kata Yuni Herwanto usai peringatan Hari Guru ke-76 di Yayasan Pendidikan Baitul Jannnah, Kamis (25/11). 

Yuni Herwanto berharap agar gaji guru honorer tidak berpatokan dari yang komite atau uang sukarela, sehingga Pemerintah Kota Bandar Lampung bisa menyetarakan gaji guru honorer dengan UMR. 

"Apalagi guru saat ini sudah masuk ke dalam ketenagakerjaan," ujarnya. 

Disisa lainnya, Yuni Herwanto berharap pada guru tetap semangat walaupun disituasi Covid-19. Ia yakin pemerintah akan segera memperbaiki kondisi dan menyelamatkan anak bangsa dari Covid-19. 

"Walaupun daring, mudah-mudahan semangat pembelajaran dengan inovasi, baik guru yang sudah tua agar bisa mengikuti kemajuan teknologi," jelasnya. 

Sementara itu, Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana mengaku tidak akan lambat dalam memberikan insentif. Menurutnya keterlambatan pembayaran insentif kemarin karena pandemi Covid-19 yang mengakibatkan PAD merosot. 

"Mudah-mudahan PAD Kota Bandar Lampung bisa naik, sehingga guru juga bisa sejahtera," ujarnya.