Ganggu Kampanye, Tim Rycko-Jos Adukan RT Ke Bawaslu Bandarlampung

Tim Advokasi Ginda Ansori Wayka dan Tim Pemenangan Kampanye Yuhadi ketika melaporkan Ketua RT 002 Kupangkota yang ganggu kampanyenya Paslon 01 Rycko-Jos/Foto RMOLLampung
Tim Advokasi Ginda Ansori Wayka dan Tim Pemenangan Kampanye Yuhadi ketika melaporkan Ketua RT 002 Kupangkota yang ganggu kampanyenya Paslon 01 Rycko-Jos/Foto RMOLLampung

Merasa diganggu ketika sedang kampanye, Tim Pemenangan Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandarlampung Nomor Urut Satu Rycko Menoza-Johan Sulaiman mengadukan Ketua RT 002, LK II, Kupangkota ke Bawaslu setempat, Senin (5/10).


Ketua Tim Pemenangan Kampanye Yuhadi mengatakan peristiwa terjadi saat timnya berkampanye di Jalan WR Monginsidi Nomor 28, Minggu (4/10). 

RS, ketua RT tersebut, pakai mobil dan pengeras suara berteriak antipolitik uang ke arah tim yang sedang kampanye.

Diadukannya pula, timnya juga mengalami hal serupa sejak 2-4 Oktober, baik oleh jajaran RT, lurah hingga camat. 

"Dengan dalih menjaga protokol kesehatan, padahal setiap kami kampanye ada satuan gugus tugas yang ikut mengawasi," ujarnya. 

Pihaknya melaporkan RT tersebut berdasarkan Pasal 187 Ayat (4) Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2015.

Bahwa, setiap orang yang dengan sengaja mengacaukan, menghalangi, atau mengganggu jalannya Kampanye, dipidana penjara paling singkat satu bulan atau paling lama enam bulan dan/atau denda paling sedikit Rp600 ribu atau paling banyak Rp6 juta.

"Kami nilai ini sudah masif, terang-terangan lurah, camat di Kemiling berkeliling di gang gang, di Kedamaian saya sempat berdebat juga, mereka mengaku gugus tugas Covid-19" ujarnya. 

Ia melanjutkan, tak ada gugus tugas Covid-19 di level kelurahan, apalagi dilakukan oleh Linmas. Gugus Tugas untuk Pilkada adalah TNI, Polri, Satpol PP dan Dinas Perhubungan, kata Yuhadi. 

"Setiap kampanye kami mereka pasti hadir, kami menduga ini by design, saya percaya percaya Bawaslu akan mengusut tuntas sampai ke siapa yang memerintahkan mereka melakukan itu," tambahnya. 

Selain itu, pihaknya tengah melakukan penelusuran terhadap mobil pick up yang juga ikut mengganggu proses kampanye. 

"Ada mobil pick up bodong jenis Toyota, sudah kami dapatkan identitasnya dan cek di Samsat peruntukannya tidak sesuai nomor polisinya, ini akan kami usut siapa yang melakukan dan memerintahkan," kata dia. 

"Mobil ini menggunakan mikrofon ke arah kami seperti menjerit jerit di lampu merah, meneriakkan anto politik uang dan sebagainya, kami membagikan sesuai dengan aturan. Ini menghalangi proses kampanye," pungkasnya.