Gerbang Roboh Hingga Ricuh, Massa Aksi Ingin Dialog dengan DPRD Bandar Lampung 

Aksi tolak kenaikan harga BBM di DPRD Kota Bandar Lampung/Tuti
Aksi tolak kenaikan harga BBM di DPRD Kota Bandar Lampung/Tuti

Terjadi dorong mendorong antara massa aksi dengan aparat kepolisian usai berhasil merobohkan gerbang DPRD Kota Bandar Lampung. Mereka mengaku hanya ingin audiensi dengan Forkopimda Kota Bandar Lampung. 


Ketua PMII Kota Bandar Lampung, Muhammad Julianto mengatakan massa aksi menginginkan Forkopimda menadatangani nota kesepahaman menolak kenaikan harga BBM. 

"PMII sebagai garda terdepan dalam advokasi keluhan masyarakat sangat sedih, kami yang hadir dengan baik sudah tampakkan kawat berduri. Padahal PMII adalah massa intelektual. Kami cuma hanya ingin dialog," kata Muhammad Julianto, Rabu (7/9). 

Menurutnya, kenaikan harga BBM sebesar 30 persen tidak rasional. Bercermin tahun 2014, kenaikan BBM dipaksakan hanya 5 persen. 

"Ini menurut kami pemerintah mengorbankan betul rakyat. Sebelumnya pemerintah malu mengakui jika subsidi dialihkan untuk membayar hutang," ujarnya. 

Lebih lanjut, jika permintaan massa aksi tidak dipenuhi maka akan menggelar aksi dengan massa lebih banyak lagi. 

"Kedatangan kami ini cuma 10 persen, semalam itu kami batasi. Cuma jika permintaan kami ini tidak diakomodir maka kami akan kumpulkan kekuatan penuh," jelasnya.