Gerhana Bulan Total Tak Terlihat di Lampung Akibat Tertutup Awan

Pengamatan gerhana bulan total/Tuti
Pengamatan gerhana bulan total/Tuti

Pengamatan gerhana bulan total yang dilakukan oleh Observatorium Astronomi Itera terhalang cuaca berawan. Sehingga puncak gerhana pukul 17.59 tidak bisa terlihat.


Dosen Sains Atmosfer dan Keplanetan Itera, Robiatul Muztaba mengatakan cuaca berawan dan hujan diprediksi terjadi sejak 16.00 hingga 18.30 WIB. Sehingga gerhana bulan total tidak bisa terlihat dari Lampung.

“Sebetulnya awal gerhana bulan total itu sejak pukul 16.00 WIB, namun karena posisi bulan masih di bawah bumi kita masih belum lihat, kemudian bulan terbit dan puncaknya nanti sekitar pukul 17.59 WIB,” kata Rabiatul Muztaba, Selasa (8/11).

Menurutnya, walaupun di Lampung tidak bisa terlihat, pihaknya telah berkerjasama dengan berbagai observatorium Indonesia yang mengamatai gerhana bulan dari timur hingga barat. Kemungkinan Surabaya berhasil melihat gerhana bulan total.

“Gerhana bulan total ini diperkirakan akan kembali terjadi lagi pada tahun 2025 di Indonesia,” ujarnya.

Sebelumnya, pengamatan gerhana bulan total dilakukan di dua tempat yakni arena Lampung Fair, dan sekitar embung C Itera. Pengamatan tersebut dapat diakses oleh mahasiswa, pelajar, dan masyarakat umum secara gratis. Secara virtual juga bisa diikuti bersama host Planetarium dan Observatorium Jakarta (POJ). 

Pengamatan di Lampung Fair menggunakan eyepiece dan teleskop katadioptrik Meade LX-90 dengan diameter 20 cm f/10. Sementara pengamatan di sekitar embung C Itera menggunakan 4 teleskop Baride Optics A-102 diameter 102 mm, fokus 900 mm.