Giliran Yusril Tanggapi "Gagalnya" Diskualifikasi Eva-Deddy

Yusril Ihza Mahendra/Net
Yusril Ihza Mahendra/Net

Kubu Yusuf Kohar terus "berteriak" bahwa keputusan Mahkamah Agung (MA) soal Pilwalkot Bandarlampung keliru. Kali ini, Yusril Ihza Mahendra (YIM) yang menilai aneh.


Sebelumnya, MA membatalkan keputusan KPU Bandarlampung yang mendiskualifikasi Eva-Deddy karena dinilai telah diuntungkan oleh kebijakan Wali Kota Bandarlampung Herman HN.

Menurut advokat kaliber nasional, mantan Menteri Kehakiman-HAM dan Mensesneg yang jadi advokat Paslon 02 Yusuf-Tulus, putusan MA itu penuh kejanggalan dan keanehan.

"Mestinya, MA tidak memeriksa aspek fakta (judex facti), melainkan memeriksa aspek penerapan hukum (judex juris)," ujarnya, Kamis (28/1).

Namun, katanya, dalam pertimbangannya, MA justru memeriksa dan menilai bukti perkara. Sepatutnya, MA mendengar seluruh pihak secara berimbang, ujarnya.

Menurut Yusril, pelapor sudah mengajukan permohonan intervensi pada 18 Januari 2021, namun ditolak kepaniteraan TUN karena alasan tidak terdapat ketentuan hukum acara.

Sebaliknya, pihak Paslon 01 yang mengajukan permohonan intervensi tanggal 20 Januari 2021 justru diterima dan dipertimbangkan dalam putusan, katanya.

Padahal semua orang tahu Paslon 01 tidak punya kepentingan dengan perkara yang diperiksa Bawaslu Lampung. "Untuk apa MA menerima mereka sebagai pihak?” tanyanya.

Yusril menilai MA melanggar asas peradilan yang wajib mendengarkan keterangan para pihak secara adil dan berimbang sebelum mengambil keputusan.

Dia menilai ada kekeliruan hakim dalam memutus perkara, misalnya soal pembagian bantuan sosial terkait pandemi Covid-19 yang dianggap tidak serta-merta menguntungkan Paslon 03.

Dinilainya, MA menutup mata atas pengaruh pelanggaran terstruktur, sistematis, dan masif (TSM) yang dilakukan sehingga menguntungkan pasangan Eva-Deddy.