Golkar Lampung Masih Pastikan Retaknya Gokar Lamsel

Ismet Roni saat berikan sambutan/Foto Ist
Ismet Roni saat berikan sambutan/Foto Ist

Sekretaris DPD 1 Partai Golkar Lampung Ismet Roni mengaku belum mendapatkan informasi kongkrit, bisa dipercaya, terkait 11 pengurus kecamatan (PK) alihkan dukungan dari Toni Eka Candra-Antoni Imam kepada Hipni–Melin Haryani Wijaya (Himel).


"Sampai saat ini, saya belum menerima informasi yang kongkrit. Saya masih menunggu informasi yang bisa saya percaya," kata Ismet Roni kepada Kantor Berita RMOLLampung, Kamis malam (19/11). 

Dia mengaku masih menunggu informasi dari jajaran DPD 2 Partai Golkar Lampung Selatan. "Saya masih menunggu jajaran DPD 2 Golkar Lampung Selatan. Sabar ya, ini lagi nunggu," ujarnya.

Secara terpisah, Wakil Ketua Bidang Organisasi Partai Golkar Kabupaten Lampung Selatan Agus Susanto mengatakan akan memberikan sanksi terhadap pengurus partai yang tidak tegak lurus dengan keputusan memenangkan Toni-Antoni pada Pilbup Lampung Selatan 2020.

Hal itu dikatakannya ketika dikonfirmasi adanya 11 pengurus kecamatan (PK) yang mengalihkan dukungan calon kepala daerah yang diusung partai, Toni Eka Candra-Antoni Imam kepada Hipni–Melin Haryani Wijaya (Himel).

"Pasti akan kita berikan tindakan tegas sesuai dengan ADART dan intruksi DPP Partai Golkar," ujar Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Lampung Selatan, Kamis malam (19/11).

Sebelumnya, Ketua PK Katibung, Jauhari menyerahkan surat mosi tak percaya 11 PK tersebut ke DPD I Golkar Provinsi Lampung di Pahoman, Kota Bandarlampung, Kamis (19/11). Mereka diterima kesekretariatan Partai Golkar Lampung.

Menurut Jauhari, ada empat alasan 11 PK dan satu organisasi sayap (AMPI) mengalihkan dukungannya dari pasangan nomor dua (Toni-Antoni) ke nomor tiga (Hipni-Melin) jelang pemilihan 9 Desember 2020.

Ketidakpuasan PK, katanya, (1) PK tidak pernah diberdayakan untuk sosialisasi Toni-Imam, (2) Ketua PK belum pernah dilantik selama kepemimpinan Toni, (3) Tak teralisasinya janji insentif Rp1 juta/PK/bulan l, (4) TEC pernah meminta ditalanginya biaya pembentukan 29 pengurus Pengurus Desa, tiap bulan.

Menurut Jauhari, gerakan mosi dan pengalihan dukungan murni inisiatif masing-masing PK, tanpa ada rekayasa.

Selain itu, alasan sebagian PK, Hipni merupakan kader Partai Golkar tapi diusung partai lain (PAN, Gerindra, PKB).

Kesebelas PK yang ikut menandatangani mosi tak percaya tersebut adalah: 1. Muksin dari PK Kalianda, 2. Sharudin dari PK Penengahan,  3. Jauhari dari PK Katibung. 4. A. Yani dari PK Bakauheni, 5. Agustiar dari PK Rajabasa, 6. Teguh Suparman dari PK Waypanji, 7. Haekimah/Wancik dari PK Sidomulyo, 8.  Habiboh dari PK Palas, 9. Iwan Kuswara dari PK Sragi, 10.Lukman Hasan dari PK Ketapang, 11. Aryanto dari PK Natar, 12.Sekretaris AMPI Lampung Selatan Rahman Nuryansah.