GOR Saburai, Korban Ego Kekuasaan



Gelanggang Olahraga Sang Bumi Ruwa Jurai (GOR Saburai) telah menjadi bagian dari sejarah dan identitas Kota Bandarlampung. Lokasinya ada di jantung ibukota Provinsi Lampung.

GOR Saburai dan sekitarnya telah menjadi kawasan semacam alun-alun, pusat aktivitas olahraga, hingga menjadi ruang kontemplatif bagi warganya.

GOR Saburai yang dibangun 47 tahun lalu,  1977, tahun terakhir gubernur ketiga Lampung, R. Sutiyoso, telah menjadi bagian dari nadi kehidupan warga.

Di kawasan ini, dulu, pusat berbagai turnamen olahraga, pameran pembangunan, pagelaran musik, hingga solat ied resmi Pemprov Lampung.

Zainal Abidin Pagaraalam, gubernur kedua Lampung, sebelum R. Sutiyoso, GOR Saburai belum ada, rajin bermain tenis di kawasan tersebut.

Di kepemimpinan putranya, Sjachroedin Zainal Abidin Pagaralan, tahun 2008, GOR Saburai nyaris lenyap dan hendak dipindahkan ke Kemiling, tepi kota.

Namun, masyarakat ramai-ramai menolak gagasan menyulap lahan 2,7 Ha GOR Saburai dan sekitarnya jadi kawasan pusat perbelanjaan di era gubernur Sjachroedin ZP.

Di era gubernur Ridho Ficardo (2017), GOR Saburai dan sekitarnya yang sudah tampak lusuh kembali menggoda hendak dijadikan convention hall, hotel, hingga mal.

Lewat Dinas Pengairan dan Pemukiman Pemprov Lampung, untuk GOR Saburai itu sendiri akan direhab dan tetap menjadi gedung fasilitas olahraga.

Dana yang dianggarkan untuk "bedah plastik" mengubah GOR Saburai jadi lebih modern dan refresentatif senilai Rp50 miliar dari kantong APBD Lampung 2017.

"Meski akan dibangun convention hall, fungsi olahraga tetap akan menjadi prioritas," kata Endarwan, kepala Dinas Pengairan dan Permukiman Lampung kala itu (5 Januari 2017).

Diyakininya, Pemprov Lampung bukan bermaksud menggulung bangunan bersejarah yang ada, tapi supaya kawasan tersebut bisa lebih representatif.

"Positive thinking, dong," ujar Endarwan yang kini menjabat kepala Dinas Pariwisata Lampung.

Sayang, rehabilitasi GOR Saburai yang mulai dilakukan 2019 kini terbelangkalai. Gubernur Ridho Ficardo turun tahta digantikan Arinal Djunaidi.

Lain ladang lain ilalang, ganti kekuasaan berganti kebijakan. Wajah GOR Saburai semakin carut marut setahun ini di bawah kepemimpinan gubernur yang baru, Arinal Djunaidi.

Alasan Kadis Cipta Karya dan Pengelolaan Sumberdaya Air Provinsi Lampung Thomas Edwin, renovasi GOR Saburai mangkarak karena kontraknya diputus.

Alasan dia, kontraktornya, CV Teguh Wijaya terlambat mengerjakan.

Apa betul begitu? Dalam surat yang ditujukan Dinas Cipta Karya dan Pengelolaan Sumberdaya Air Provinsi Lampung, alasannya bukan itu.

Proses rehabilitasi GOR Saburai yang sudah menyerap APBD Tahun Anggaran 2019 tersebut mangkrak karena berubahnya keinginan penguasa saat ini.

Dalam surat Dinas Cipta Kerja dan Pengelolaan Sumberdaya Air Provinsi Lampung No.640/1162/V.03.1/2019, pekerjaan distop karena akan dibangun masjid termegah di daerah ini.

GOR Saburai korban ego kekuasaan.