Granat Kecewa Vonis Ringan Pada Pemilik 66 Kg Sabu-Sabu

Tony Eka Chandra/Ist
Tony Eka Chandra/Ist

Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat) Provinsi Lampung kecewa putusan hakim PN Kalianda menjatuhkan vonis 20 tahun penjara dari tuntutan hukuman mati atas pemilik 66 kg sabu-sabu.


"Saat pemerintah telah menabuh genderang perang terhadap penyalahgunaan narkotika, vonis hakim tak berpihak kepada rasa keadilan masyarakat," ujar Ketua Granat Tony Eka Chandra kepada Kantor Berita RMOLLampung, Minggu (31/1).

Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Kalianda menjatuhkan vonis 20 tahun penjara dan denda Rp1 miliar kepada Richard Reynaldi bin Iksan Daruswandi (24) yang terbukti sebagai pengedar 66 Kg sabu-sabu, Kamis (28/1).

"Kejahatan narkotika merupakan kejahatan extra ordinary sehingga tindakannya harus keras dan tegas demi selamatkan anak bangsa dan masyarakat dari kehancuran akibat narkoba," katanya.

Politikus Partai Golkar Lampung ini mengatakan para pelaku kejahatan narkotika, para gembong dan bandar narkotika sudah melanggar hak azasi manusia (HAM).

"Indonesia saat ini sudah bukan lagi darurat narkoba, tetapi sudah bencana narkoba," tandasnya.

Oleh karena itu, DPD GRANAT Provinsi Lampung mendukung sepenuhnya hukuman mati kepada para pelaku kejahatan narkotika.

"Para gembong dan bandar narkoba adalah penghianat bangsa yang akan merusak masa depan Indonesia," ujar calon bupati Lampung Selatan ini.

Diungkapnya, pengguna narkotika saat ini sekitar 5,9 juta jiwa di Indonesoa dan sekitar 128.529 jiwa di Provinsi Lampung.

Ada 22 persen adalah pelajar dan mahasiswa, calon generasi penerus bangsa, sebagian lagi masih dalam usia produktif.

Para pecandu narkotika tersebut sebagian kecil saja yang dapat pulih kepada kehidupan normal, karena sebagian berakhir idiot menjadi beban keluarga, masyarakat dan negara, bahkan banyak yang menunggu kematiannya.

Setiap hari 50 orang mati sia-sia karena narkotika, bahkan mencapai 18 ribu orang setiap tahunnya.

PN Kalianda

Majelis Hakim PN Kalianda memvonis lebih ringan, yakni 20 tahun penjara dari tuntugan jaksa seumur hidup terhadap Richard Reynaldi.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Lamsel Hutamrin menyatakan JPU tidak puas dan akan melakukan upaya banding.

Menurut Kajari, terdakwa layak mendapatkan hukuman mati, konsekuensi yang bisa ditimbulkan akibat penyebaran 66 Kg sabu-sabu.

Garnizum

Ketua Umum (Ketum) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerakan Anti Narkotika dan Zat Adiktif Nasional (Garnizun) juga menyatakan kecewa terhadap vonis Majelis Hakim PN Kalianda.

Dia mencurigai ada ketidakwajaran atas rendahnya vonis dari tuntutan JPU, “Dicurigai,   patut dilakukan eksaminasi dan pemeriksaan oleh pihak Komisi Yudisial (KY)," katanya.