Gubernur dan Ketua DPRD Mau Berdialog dengan Massa, Sekadar Peredam Kejut Psikologis?

Gubernur Arinal Djunaidi berdialog dengan massa aksi/ Faiza
Gubernur Arinal Djunaidi berdialog dengan massa aksi/ Faiza

KITA harus bergembira membaca berita Gubernur Arinal sekarang sudah mulai berani menemui massa aksi.

Akhirnya beliau mau juga meniru contoh baik yang sudah sering dilakukan Gubernur Anies, Gubernur Ganjar, Gubernur RK dan gubernur daerah lainnya.

Dari peristiwa aksi siang tadi yang ditutup dengan penandatanganan nota kesepakatan Gubernur dan Ketua DPRD Provinsi Lampung sebagai persetujuan mereka atas 7 tuntutan Aliansi Mahasiswa Lampung, ditengarai ada batas waktu yang diberikan selama 3 hari.

Ini menarik, apanya yang hanya diberi waktu 3 hari? Kalau realisasi konkrit dari 7 tuntutan itu ya bisa dipastikan mustahil, tidak mungkin bisa dilakukan oleh Gubernur dan Ketua DPRD karena sebagian besar memang bukan bagian dari kewenangan yang mereka berdua miliki.

Karena itu tafsir paling realistis terkait tenggang waktu yang diberikan itu adalah realisasi konkrit dua pejabat itu mengirimkan dua surat secara resmi, satu surat berkop Gubernur Lampung dan satunya lagi surat berkop DPRD Provinsi Lampung.

Isi suratnya kalau berani langsung saja menyalin 7 poin tuntutan AML, jika ini yang dilakukan maka Gubernur dan Ketua DPRD sejatinya atas nama rakyat Lampung menyampaikan 7 tuntutan tersebut kepada Presiden dan DPR-RI. Andaikan ini yang dilakukan kita perlu mengacungkan 4 jempol kepada mereka berdua.

Tetapi kalau mereka berdua hanya membuat surat pengantar dengan melampirkan surat berisi 7 tuntutan AML, itu tidak lebih dari sekadar kerja administratif setingkat di atas layanan pos. Diberi 1 jempol pun sudah terlalu bagus.

Saya khawatir kedua-duanya juga tidak akan dilakukan. Yang dilakukan Gubernur dan Ketua DPRD siang tadi hanya sekadar peredam kejut agar psikologi massa aksi merasa puas dan berhasil setelah itu mereka segera bubar pulang ke rumah masing-masing.

*Nizwar Affandi, Pengamat Kebijakan Daerah Lampung