Gugus Tugas Pastikan Status Darurat Covid-19 Tidak Berakhir 29 Mei




Meski SK Kepala BNPB No.13 A/2020 Covid-19 berakhir 29 Mei 2020, Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Nasional menyatakan masa status darurat tidak akan stop.

Ketua GTPP Covid-19 Nasional Doni Monardo menyatakan bahwa masa status darurat tidak akan berhenti sesuai SK tersebut tapi berdasarkan Keputusan Presiden 12/2020.

Selama Keppres tersebut belum diakhiri, maka status kebencanaan masih berlaku, ujar Doni Monardo seperti dilansir Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (22/5).

Dikatakannya, status keadaan darurat ini sangat bergantung pada dua indikator utama.

Pertama, penyebaran virus SARS-CoV-2 masih terus menimbulkan korban jiwa, memberikan kerugian harta benda, cakupan wilayah terdampak melebar, serta berimplikasi ke aspek sosial ekonomi bangsa.

Kedua, merujuk pada status pandemi yang telah ditetapkan dan masih berlaku secara global oleh Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) sejak 11 Maret 2020.

Adapun dari konteks penyebaran, Gugas Nasional mencatat hingga kemarin angka kasus positif Covid-19 masih meningkat.

Di samping itu, besarnya kasus dalam 1 bulan terakhir menunjukkan penularan terjadi pada transmisi lokal.

"Selama pandemik global belum berakhir dan vaksin serta obatnya belum ditemukan, maka masih diperlukan penetapan status bencana nasional untuk Covid-19, tegas Kepala BNPB ini.

"Masih berlakunya status bencana nasional juga menunjukkan bahwa negara hadir untuk melindungi warga negaranya secara nyata dan konsisten terhadap bahaya keterpaparan virus SARS-CoV-2," pungkas Doni Monardo.