Hakim Surabaya Kena OTT KPK Pernah Bebaskan 2 Koruptor Lampung Rp147 M

Ist
Ist

Juru Bicara Mahkamah Agung (MA) Andi Samsan Nganro menyebutkan, Ketua Pengadilan Negeri (PN) Surabaya memberikan informasi bahwa salah satu hakim yang kena OTT KPK bernama Itong Isnaeni Hidayat. 


Itong ditangkap tim Satgas KPK terkait dugaan suap penanganan perkara di pengadilan.

"Informasi dari Ketua PN. Surabaya, bahwa pagi tadi sekitar pukul 05.00 - 05.30 WIB. KPK datang ke kantor PN. Surabaya dan di dalam mobilnya dilihat ada saudara Itong Isnaeni Hidayat Hakim PN Surabaya," kata Andi melalui keterangannya, Kamis (20/1).

Diketahui, Itong merupakan hakim senior yang pernah bertugas di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungkarang, Lampung. Itong tercatat pernah memvonis bebas dua koruptor di Lampung saat menjadi hakim anggota. 

Dua koruptor itu adalah mantan Bupati Lampung Timur Satono (almarhum) dengan nilai korupsi Rp119 miliar dan mantan Bupati Lampung Tengah Andy Achmad Sampurna Jaya dengan nilai korupsi Rp28 miliar. Jika ditotal, jumlah nilai korupsi yang dibebaskan Itong Rp147 miliar. 

Hasilnya, pada 2011, Itong membebaskan Satono dan Andy. Di tingkat kasasi, akhirnya Satono dihukum 15 tahun penjara dan Andy dihukum 12 tahun penjara.

Atas putusan bebas Satono dan Andy, Itong sempat diperiksa MA dan dinyatakan terbukti melanggar kode etik dan diskors ke Pengadilan Tinggi (PT) Bengkulu. 

Itong melanggar Keputusan Ketua MA No 215/KMA/SK/XII/2007 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pedoman Perilaku Hakim. Itong diputus terbukti melanggar Pasal 4 ayat 13 yang berbunyi:

Hakim berkewajiban mengetahui dan mendalami serta melaksanakan tugas pokok sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, khususnya hukum acara, agar dapat menerapkan hukum secara benar dan dapat memenuhi rasa keadilan bagi setiap pencari keadilan.

Setelah hukuman skorsnya pulih, Itong berdinas lagi. Sebelum bertugas di PN Surabaya, ia sempat memegang palu di Pengadilan Negeri (PN) Bandung.