Hanya 1 Jenis Pajak Capai Target, Wali Kota Eva Sebut Telah Lakukan Banyak Upaya

Sidang paripurna pemberian tanggapan atas pandangan fraksi/Tuti
Sidang paripurna pemberian tanggapan atas pandangan fraksi/Tuti

Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana mengaku telah melakukan banyak upaya untuk meningkatkan capaian pendapat asli daerah (PAD). Misalnya pendataan potensi pajak mineral bukan logam dan batuan pada tahun 2021.


"Kita juga telah melakukan pendataan BPHTB yang merupakan pajak pasif, dimana realisasinya mencapai 58,5 persen dari target yang ditetapkan pada tahun anggaran 2021," kata Eva Dwiana saat sidang paripurna pemberian jawaban atas pandangan fraksi, Kamis (23/6). 

Menurutnya, perlu ditegaskan bahwa BPHTB merupakan jenis pajak pasif yang dikenakan pada wajib pajak saat mengurus peralihan dari sertifikasi baru yang diperolehnya. Sehingga walaupun berdasarkan perhitungan potensi BPHTB besar, tetapi apabila wajib pajak tidak melakukan pengurusan peralihan maka potensi tidak akan terealisasi. 

"Terkait dengan penerimaan pembiayaan yang berasal dari pinjaman daerah dalam rangka pemulihan ekonomi nasional (PEN) telah disalurkan PT SMI kepada Pemkot Bandar Lampung, dan Pemkot telah menyalurkan kepada seluruh rekanan secara bertahap," ujarnya. 

Sebelumnya, Fraksi Gerindra meminta Pemkot Bandar Lampung lebih mengoptimalkan pendapatan pajak dan retribusi daerah. Hal tersebut karena realistis pajak daerah tahun 2021 yakni 61,2 persen sedangkan retribusi daerah 20,67 persen. 

Juru bicara fraksi Gerindra dalam sidang pandangan umum atas raperda pertanggungjawaban pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja daerah tahun anggaran 2021, Hermawan mengatakan realisasi tersebut lebih rendah dibandingkan tahun 2020 yakni 30,65 persen.

"Fraksi Gerindra meminta agar Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) melakukan evaluasi menyeluruh agar capaian tersebut meningkat," kata Hermawan, Rabu (22/6). 

Lanjutnya, dari 9 jenis pajak hanya satu jenis pajak yang tercapai yakni pajak air tanah 113,90 persen. Sementara pajak hotel 61,20 persen, restoran 73,60 persen, hiburan 21,09, reklame 87,80, penerangan jalan 81,54, parkir 61,22 persen. 

"Pajak mineral bukan logam dan batuan tercapai 30,10 persen dari target Rp800 juta. PBB P-2 tercapai 45,30 persen dari target Rp171,6 miliar dan Bphtb tercapai 58,53 persen dari target Rp150 miliar," ujarnya.