Harga BBM Naik, Masyarakat Nilai Pemerintah Tidak Berpihak Rakyat

SPBU Kemiling Kota Bandar Lampung / Vera
SPBU Kemiling Kota Bandar Lampung / Vera

Naiknya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi untuk jenis Pertamax Turbo, Dexlite dan Pertamina Dexlite membuat penggunanya kecewa. Mereka menilai pemerintah tidak berpihak kepada rakyat.


"Iya kecewa karenakan kemahalan. Pemerintah kayak nggak perhatikan rakyatnya naikin harga terus," kata Kiki warga Kemiling, Bandar Lampung, Senin (11/7).

Dia mengatakan semakin naik harga BBM non subsidi maka semakin banyak pengguna BBM tersebut yang akan beralih ke BBM subsidi (Pertalite) dengan alasan lebih murah namun kualitas sedang.

"Ini, ini bikin pengguna beralih kalau sebentar bentar harganya naik, bikin sulit rakyat saja, mau dapat kualitas yang bagus saja pake dipersulit,"katanya.

"Iya saya denger sih kenaikan harga BBM ini sudah mulai dari kemarin dan bener pas saya beli Pertamax Turbo hari ini udah naik harganya jadi Rp16.550 per liter dari Rp13.750 per liter. Saja jadi mikir-mikir mau beli tadi," tambah dia.

Sementara, Rolit seorang driver ojek online (Ojol) mengaku sedih dengan kenaikan harga BBM jenis RON tertinggi itu. Dia menyebutkan perlu menggunakan Pertamax agar mesin kendaraan roda duanya lebih mulus. Lantas, dengan adanya kenaikan harga Pertamax dirinya menjadi dilema. 

"Ganti-ganti sih kadang Pertalite kadang Pertamax. Sebenarnya lebih bagus dan lebih halus Pertamax, tapi saya akan sesuaikan dengan kondisi keuangan juga, (kecenderungan) memilih yang lebih murah," tuturnya.

"Bahan-bahan pokok sekarang kan juga naik, kemarin minyak goreng naik, tambah menjerit lah kami dengan ini (kenaikan Pertamax). Heran sama pemerintah, kayak enggak memperhatikan rakyat saja," tutup dia.