Harga Kedelai Naik, Pengrajin Tahu Tempe Gunungsulah Tetap Produksi

tempe saat proses pembuatannya/Foto Tuti RKSzls
tempe saat proses pembuatannya/Foto Tuti RKSzls

Walaupun keuntungan yang diperoleh sedikit karena naiknya harga kedelai impor, para pengrajin tahu dan tempe di Kelurahan Gunungsulah, Kecamatan Sukarame, Kota Bandarlampung masih tetap berproduksi. 


Walaupun keuntungan yang diperoleh sedikit karena naiknya harga kedelai impor, para pengrajin tahu dan tempe di Kelurahan Gunungsulah, Kecamatan Sukarame, Kota Bandarlampung masih tetap berproduksi. 

Sutresno (45) salah satunya, sudah 30 tahun silam ia terus memproduksi tempe walaupun harga kedelai mengalami kenaikan. 

Di depan halaman rumah, Sutresno tengah sibuk mencuci kedelai yang telah direbus dan difermentasi semalam lalu dipecah dengan mesin. 

"Sedang melakukan proses pembuangan kulit ari, proses ini adalah proses terakhir. Setelah selesai akan diberi ragi lalu siap dikemas," kata Sutresno, Kamis (3/6). 

Menurutnya, semakin bersih saat mencuci maka tempe yang dihasilkan akan bertahan lama hingga 5 hari. 

"Kalau nyuci dengan air pas-pasan, dua hari aja sudah benyek tempenya," ujarnya. 

Sutresno mengaku tidak mengurasi kualitas tempe yang ia buat saat harga kedelai naik, ia hanya mengurangi isi tempe. Maksudnya jika biasanya dijual Rp 10 untuk 12 bungkus sekarang hanya dapat 11 bungkus. 

"Kalau gak kayak gitu ya enggak dapat keuntungan. Ini saja keuntungannya tipis sekali," jelasnya. 

Tambahnya, kenaikan harga kedelai terjadi saat pandemi Covid-19. Harga yang semula Rp 7500 per kilogram, menjadi Rp 12500 per kilogram. 

"Karena harganya terus naik, saya menurunkan produksi. Dulu sekali produksi mencapai 60 kilogram, sekarang hanya 30 kilogram," ujarnya. 

Sementara pengrajin tahu, Erni (44) mengaku harus mengurangi isi tahu, biasanya dalam satu papan berukuran 10x11 cm menghabiskan 3,5 kilogram kedelai, sekarang hanya 3 kilogram kedelai. 

"Harganya juga kita naikkan dari Rp 22 ribu mendapat 100 biji, sekarang Rp 23 ribu 100 biji," jelasnya. 

Ia berharap semoga pendemi Covid-19 cepat berlalu, agar harga kedelai kembali normal. "Kalau kayak gini terus kasihan rakyatnya seperti kami," ujarnya.