Hasil Audit Keluar, Korupsi Dana Hibah KONI Lampung Rugikan Negara Rp2,5 Miliar

Aspidsus Kejati Lampung Hutamrin/Faiza
Aspidsus Kejati Lampung Hutamrin/Faiza

Kejaksaan Tinggi Lampung mengumumkan hasil audit kasus dugaan korupsi dana hibah KONI Lampung yang dilakukan oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Drs Chaeroni dan Rekan, Senin (21/11).


Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Lampung Hutamrin mengatakan, berdasarkan hasil audit KAP Drs Chaeroni dan Rekan, kerugian negara akibat korupsi dana hibah Rp29 miliar yang dikelola KONI Lampung mencapai Rp2.570.532.500 (Rp2,5 miliar).

"Secara detailnya akan diungkap dalam proses persidangan," kata Hutamrin di Kejati Lampung.

Ia menjelaskan, selanjutnya tim penyidik akan melakukan ekspose berdasarkan data dan fakta selama penyidikan sejak Januari 2022, termasuk mengumumkan jumlah tersangkanya.

"Tersangka akan diumumkan pada ekspos tersebut yang akan dilakukan secepat mungkin. Mudah-mudahan selesai sebelum akhir tahun," katanya lagi.

Setelah penetapan tersangka, lanjut Hutamrin, Kejati Lampung akan mengeluarkan surat penyidikan khusus untuk masing-masing tersangka untuk pemeriksaan sebagai tersangka.

Kasus ini sempat mandek lantaran lambannya hasil audit yang dilakukan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi Lampung. 

Akhirnya, Kejati mencabut surat permohonan audit kerugian negara di BPKP Lampung sejak 12 Oktober dan mengalihkan audit ke KAP Drs Chaeroni dan Rekan di Jakarta.