Hentikan Polusi Informasi, Kapolda Membuat Terang Pemeriksaan Kadiskes Reihana

Illustrasi/RMOLNetwork
Illustrasi/RMOLNetwork

Atensi Kapolda Lampung Irjen Akhmad Wiyagus mengusut tuntas kasus dugaan penyimpangan anggaran Covid-19 pada Dinas Kesehatan, menuai respons positif. Termasuk, menghentikan polusi informasi soal pemeriksaan Kadiskes Provinsi, Reihana.


"Pernyataan Kapolda membuatnya terang benderang, bahwa yang dipanggil adalah seorang “saksi” dan pemanggilan itu untuk “diperiksa" terkait dugaan penyimpangan penggunaan anggaran Covid-19 dan anggaran Diskes," kata Affan, sapaan akrabnya, Kamis (11/8).

Menurutnya pernyataan Kapolda itu, tidak seperti berita di sejumah media yang sebelum-sebelumnya memberitakan bahwa kedatangan Reihana ke Polda hanya seolah-olah kunjungan semata “ramah-tamah” untuk “diwawancara”.

"Alhamdulillah akhirnya diluruskan, “masih lidik, terus berjalan, dan saksi masih terus diperiksa," kata Affan. 

Lanjut Affan, seharusnya yang diberikan penghargaan media adalah Kapolda, karena tidak membiarkan polusi informasi terus berlangsung akibat penggunaan diksi di luar istilah baku ilmu hukum.

"Media sepatutnya memberikan apresiasi kepada Kapolda Lampung atas tindakan yang dilakukannya, karena dia tidak membiarkan polusi informasi terus berlangsung," ucap dia.

Affan berharap semoga Kapolda penerima Hoegeng Award ini akan terus istiqomah mengungkap dugaan tindak kejahatan kemanusiaan yang saat ini banyak terjadi di Lampung.

"Semoga tetap istiqomah mengungkapkan dugaan tindak "kejahatan kemanusiaan" yang tingkat kekejiannya menurut saya melampaui tindak kejahatan lainnya, karena telah berani mempermainkan keselamatan rakyat banyak yang sejatinya justru harus dilindungi oleh pemerintah (termasuk pemerintah daerah) sebagai penyelenggara negara sesuai amanat konstitusi," ujar Affan.