Herman HN: KBM Tatap Muka Tak Bisa Januari, Kemungkinan Februari

Herman HN/RMOLLampung
Herman HN/RMOLLampung

Wali Kota Bandarlampung, Herman HN masih akan mengkaji kembali pelaksanaan kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka tingkat TK, SD dan SMP.


"Nanti kita tinjau lagi, inikan di Bandarlampung lagi meningkat gini (pasien terkonfirmasi Covid-19), belum berani kita. Nanti kita lihatlah. Kita pelajari bagaimana cara, tapi saya lihat Januari belum bisa juga," kata Herman HN, Rabu (16/12).

Lanjutnya, mungkin KBM akan dibuka secara tatap muka pada Februari, jika seminggu cuma 1 orang yang terkonfirmasi positif Covid-19.

"Ini masih 30 perhari, udah ruwet palak saya. Yang meninggal 5 sampai 4 orang. Sekarang sudah 162 yang meninggal dalam jangka 4 bulan ini," ujarnya.

Sementara, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Bandarlampung, dr Aditya M Biomed berharap pemerintah menerapkan KBM secara tatap muka secara bertahap.

Idealnya dari tingkat perguruan tinggi (PT) serta pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA/sederajat).

"Pelajar SMA atau sederajat dan para mahasiswa sudah dapat diatur dalam penerapan protokol kesehatan," kata Aditya.

Ia juga meminta pelaksanaan KBM dilakukan secara bertahap agar dapat menerapkan protokol kesehatan.

"Jika sudah dilakukan dan tidak menimbulkan klaster baru atau penambahan kasus Covid-19, maka KBM tingkat sekolah menengah pertama (SMP) atau sederajat dapat dilakukan secara tatap muka," ujarnya.

Lanjutnya, jika KBM tatap muka tingkat SMP berhasil maka dapat dilanjutkan hingga tingkat sekolah dasar (SD) atau sederajat bahkan taman kanak-kanak (TK) untuk melakukan KBM tatap muka.

"Jika ada kegagalan, mau tidak mau pemerintah harus membatalkan KBM secara tatap muka di semua tingkat pendidikan," ujarnya.