Hermansyah Hamidi Dan Syahroni Dieksekusi Ke Rutan Wayhuwi

Hermansyah Hamidi dan Syahroni saat menjalani sidang secara daring/Faiza
Hermansyah Hamidi dan Syahroni saat menjalani sidang secara daring/Faiza

Terpidana korupsi fee proyek di Dinas PUPR Lampung Selatan Hermansyah Hamidi dan Syahroni dieksekusi ke Rumah Tahanan Negara Kelas IA Bandarlampung atau Rutan Wayhuwi, Kamis (29/7).


Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan eksekusi ini dilakukan Jaksa Eksekusi Dormian sesuai Putusan Pengadilan Negeri Tipikor Tanjungkarang Nomor : 10/Pid.Sus-TPK/2021/PN.Tjk atas nama Hermansyah Hamidi dan putusan nomor 10/Pid.Sus-TPK/2021/PN. Tjk atas nama Syahroni tertanggal 16 Juni 2021.

Di mana Hermansyah akan menjalani pidana penjara selama 6 tahun dikurang masa tahanan yang telah dijalani. Mantan Kepala Dinas PUPR itu dibebankan denda sebesar Rp300 juta dengan ketentuan apabila tidak dibayarkan diganti dengan pidana kurungan selama 4 bulan. 

"Selain itu, ada kewajiban untuk melakukan pembayaran uang pengganti sebesar Rp5.05 Miliar, paling lama dalam waktu 1 bulan sesudah putusan ini berkekuatan hukum tetap," ujarnya. 

Jika tidak membayar, maka harta bendanya disita dan dilelang oleh Jaksa untuk menutupi uang pengganti tersebut dengan ketentuan apabila tidak mempunyai harta benda yang mencukupi maka dipidana dengan pidana penjara selama 1 tahun dan 6 bulan. 

Sementara itu, Syahroni akan menjalani pidana penjara selama 4 tahun dikurangi masa tahanan yang telah dijalani. Ia juga dibebankan denda Rp200 Juta dengan subsider 3 bulan kurungan. 

Mantan Kepala Bidang Pengairan Dinas PUPR Lampung Selatan ini juga dibebankan uang pengganti Rp35,1 Juta paling lama dalam waktu 1 bulan sesudah putusan ini berkekuatan hukum tetap.

Jika tidak membayar maka harta bendanya disita dan dilelang oleh Jaksa untyuk menutupi uang pengganti tersebut dengan ketentuan apabila tidak mempunyai harta benda yang mencukupi maka dipidana dengan pidana penjara selama 6 bulan.