Herwan Mega Mundur Calon Ketua DPC, 13 PAC Lampura Walkout dari Muscab Demokrat 

Herwan Mega/ Ist
Herwan Mega/ Ist

Anggota DPRD Lampung Utara (Lampura) Herwan Mega mengundurkan diri sebagai calon Ketua DPC Demokrat Lampura dalam Musyawarah Cabang (Muscab) Demokrat se-Lampung, Senin (21/3).


Herwan mengatakan, saat pendaftaran dirinya dan Wansori sama-sama membawa 7 dukungan Pimpinan Anak Cabang (PAC). Setelah diverifikasi, satu PAC yakni Hulu Sungkai dinyatakan masuk dukungan ganda dan PAC Muara Sungkai pindah mendukung Wansori. 

"Saya memilih mundur, dan 5 sisa pendukung saya ikut mundur. Mereka juga kecewa juga," kata dia. 

Ia menjelaskan, awalnya di Lampura terdiri dari 23 PAC, namun 8 tidak dapat memberikan suara karena habis masa jabatan. Sehingga hanya 15 PAC yang memiliki hak suara untuk Muscab Lampura. 

Namun, ia mempertanyakan satu pemilik suara Wansori, bernama Rizki dari Abung Barat adalah Plt DPC bukan Plt DPD. Dia juga tidak masuk kepengurusan SK PAC yang lama, tiba-tiba bisa dibuat SK tanpa koordinasi dengan DPC.

"Ada 8 dari 23 PAC yang gak masuk dan gak bisa memberikan hak suara, jadi hanya 15 yang punya suara. Satu gak hadir, Wansori punya 9 suara, sesuai AD ART dan PO partai, itu tidak masuk 2/3 dari jumlah PAC, jadi Muscabnya gagal, tidak sah," tegasnya. 

Sementara itu, 13 Ketua PAC membuat surat pernyataan walkout dari Muscab. Surat tersebut dibubuhi masing-masing tanda tangan di atas materai 10.000. Dalam surat tersebut mereka menyatakan kekecewaan atas mekanisme Muscab. 

Mereka adalah Bambang Waluyo dari Abung Tengah, Waluyo Hadi Susanto dari Kotabumi Kota, M. Ali Ar dari Sungkai Tengah dan Lahap dari Abung Pekurun. 

Selanjutnya, Ilyas Usman dari Aung timur, Romli dari Bunga Mayang, Mihsan dari Kotabumi Selatan, Kusnadi dari Kotabumi Utara, Frinda Nura dari Sungkai Utara, Junet Hasan dari Sungkai Barat, Herwansyah dari Sungkai Jaya, Asuari dari Sungkai Selatan dan Sudirman dari Abung Tinggi.