HET Dicabut, Pemkab Pesawaran Hentikan Operasi Pasar Minyak Goreng

Kepala Disperindag Pesawaran Sam Herman/ Rama
Kepala Disperindag Pesawaran Sam Herman/ Rama

Pemkab Pesawaran menghentikan Operasi Pasar (OP) minyak goreng (Migor) yang beberapa waktu lalu sempat digelar. 


Dikatakan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag)  Pesawaran Sam Herman, dengan dicabutnya peraturan Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk minyak goreng, pihaknya tidak bisa menggelar kembali pelaksanaan OP minyak goreng bagi masyarakat.

"Saat ini kita sudah menghentikan OP minyak goreng, karena saat ini di bawah, barang minyak goreng ini sudah mulai banyak di pasaran, namun memang untuk harganya cukup tinggi," kata.Sam Herman, Selasa (22/3).

Dijelaskannya, guna membantu masyarakat khususnya para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang bergerak dalam usaha kuliner yang menggunakan minyak goreng, pihaknya telah mengajukan permintaan minyak curah.

"Saat ini kita sedang mengajukan permintaan minyak curah kepada perusahaan-perusahaan penyuplai minyak curah, namun sampai saat ini belum ada pengiriman karena masih menunggu izin dari pemerintah pusat terkait dengan minyak curah ini," jelasnya.

Menurutnya, untuk tahap pertama pengajuan minyak curah ini pihak pemerintah mengajukan sebanyak 16 ribu liter minyak yang rencananya akan dibagi ke dua titik daerah UMKM yang ada di Pesawaran. 

"Kita masih memfokuskan untuk para pelaku usaha dibidang kuliner, karena di Pesawaran ini ada dua daerah yang menjadi salah satu pusat UMKM bidang kuliner yang ada, makanya kita ingin membantu para pelaku ini untuk mendapatkan migor meskipun curah, karena kalau migor kemasan kan cukup mahal untuk harganya," kata dia.

"Untuk saat ini, dilapangan juga untuk migor curah memang belum ada stok, karena kita juga sudah cek di beberapa pasar tradisional yang ada memang migor curah sedang kosong untuk stoknya," pungkasnya.