HMI Kota Metro Aksi Cabut UU Omnibus Law

Aksi HMI Kota Metro tuntut pembatalan UU Omnibus Law/Foto Ist
Aksi HMI Kota Metro tuntut pembatalan UU Omnibus Law/Foto Ist

Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kota Metro, aksi menolak UU Omnibus Law Cipta Kerja di DPRD Kota Metro, Provinsi Lampung, Senin pagi (12/10).


Dalam aksi yang diwarnai pembakaran ban, mereka menilai UU tersebut menabrak ketentuan hukum. Isinya bertentangan dengan prinsip kerakyatan, kata Sekretaris HMI Cabang Kota Metro Rama Muda S. Raya.

Hingga berita ini diturunkan, aksi masih berlangsung dengan yel-yel dan orasi para kader HMI menuntut wakil rakyat menandatangani pengusulan pembatalan UU Omnisbus Law Cipta Kerja.

PB HMI Serukan Aksi

Senin pekan lalu (5/10), Pengurus Besar Himpunan mahasiswa Islam (PB HMI) mengaku kecewa dan mengecam keras hasil Rapat Paripurna mendadak DPR tersebut.

“RUU cipta kerja ini syarat dengan kepentingan oligarki dan sangat berorientasi praktek eksploitasi SDM dan SDA secara tidak proporsional," ujar PJ ketua Umum PB HMI Arya Kharisma, Selasa (07/10).

Menurutnya, suasana kebangsaan hari ini yang sedang dilanda krisis pandemi Covid-19 dan resesi ekonomi, semakin diperparah dengan Keputusan rapat paripurna DPR tersebut.

Hal itu tentu sangat menyakiti hati rakyat dan bangsa Indonesia. Arya yakin keputusan dan kebijakan yang diambil secara tergesa-gesa dan mencurigakan pasti tidak akan memiliki kebaikan di dalamnya.

Pemerintah dan DPR telah melangsungkan jalannya pemerintahan yang berlawanan dengan Kehendak publik, mahasiswa bertanggung jawab untuk meluruskannya, ujarnya. 

Oleh karenanya, PB HMI tetap menginstruksikan kepada seluruh 200-an cabang HMI se-Indonesia untuk aksi penolakan dan pencabutan UU Omnibus Law Cipta kerja.

Arya meminta kepada pihak keamanan untuk tidak menghalang-halangi aktivitas konstitusional mahasiswa dan buruh ini dengan tindakan apapun kecuali pengawalan biasa.

“Kami percaya Polri akan kooperatif dan bersedia mengawal jalannya aksi solidaritas ini dengan penuh profesionalitas dan sikap yang mengayomi”, tutup Arya.