HMI Kotabumi Tegaskan Kawal Penuntasan Kasus Bimtek Kades oleh Dinas PMD Lampura

Ketua Umum HMI Cabang Kotabumi Riza Yasirman/ Ist
Ketua Umum HMI Cabang Kotabumi Riza Yasirman/ Ist

Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kotabumi menyoroti kasus Bimbingan Teknis (Bimtek) Kades oleh Dinas Pemerintahan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Lampung Utara. Kejadian ini sangat mencoreng dan menurunkan marwah serta integritas pemerintah daerah Lampura. 


Polres telah menetapkan 3 tersangka yakni IAS (Oknum Kabid PMD), NG (Oknum Kasi DPMD) dan seseorang penyelenggara bimtek berinisial NF yang ditangkap di Bekasi Jawa Barat.

Berdasarkan Konferensi pers Kapolres AKBP Kurniawan Ismail didampingi Kasat Reskrim AKP Eko Rendi Oktama pada 27 April 2022 lalu.

Selanjutnya dalam 5 hari kemudian pasca konferensi pers 2 dari 3 tersangka berinisial IAS dan NG ditangguhkan proses hukumnya.

Dalam hal ini, Riza Yasirman selaku Ketua Umum HMI Cabang Kotabumi mempertanyakan urgensi penangguhan 2 tersangka tersebut.

Polres juga melakukan pengembangan kasus dan telah memanggil Pejabat Tinggi  berinial Lekok (Sekdakab) dan Mankodri (Asisten 1) berstatus saksi yang akan dimintai keterangan. Namun belum hadir memenuhi panggilan Polres.

Riza menegaskan akan mengawal proses hukum dan meminta kepada Polres usut tuntas kasus ini sampai selesai. Agar kejadian serupa tidak terjadi lagi dan dapat memberikan efek jera bagi oknum yang telah melakukan tindak pidana korupsi.

"Bagaimana Lampung Utara mau bangkit dari keterpurukan dan mengejar ketertinggalan pembangunan daerah kalau mental oknum ASN dan pejabatnya bermental Koruptif?" tanya Riza, Sabtu (14/5).

Wakil Sekretaris Bidang Partisipasi Pembangunan Daerah HMI Cabang Kotabumi Welian Arif Winanda menambahkan, pihaknya mengapresiasi dan mendukung kinerja Polres yang telah melakukan penindakan dalam kasus ini. "Semoga kasus ini bisa terang dan dituntaskan," kata Welian.