Hobi Ngebut, Wakil Jaksa Agung Yang Tewas Pernah Kajati Lampung







Wakil Jaksa Agung Arminsyah yang meninggal dunia karena kecelakaan di Tol Jagorawi, Sabtu, 4 April 2020, pukul 14.25 WIB pernah bertugas di Lampung.

Almarhum sempat menjabat kepala Kejaksaan Tinggi Lampung hampir satu tahun, yakni terhitung mulai tanggal 6 Oktober 2010 hingga 8 Agustus 2011.

Menurut sahabatnya yang cukup dekat sejak bertugas di Lampung, Ir. Samsul Arifin, SH, MH, advokat asal Provinsi Lampung yang kini berdomisi di Jakarta, almarhum baik dan ramah.

[caption id="attachment_37511" align="alignnone" width="494"] Arminsyah/Dok[/caption]

Terakhir, kata Samsul Arifin, Arminsyah sempat ingin meminjam mobil sportnya, Nisan Fairlady, buat dijajal di Sentul, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat.

"Dia memang hobi ngebut sejak dari dulu. Minggu, biasanya, Pak Arminsyah turun ke Sentul," ujar Samsul Arifin kepada Kantor Berita RMOLLampung, Sabtu (4/4/).

Jika tak salah, katanya, Arminsyah pensiun bulan depan, tepatnya 3 Mei 2020. "Semoga almarhum husnul khotimah," doa Samsul Arifin buat sahabatnya tersebut.

Rencana, tambahnya, almarhum yang berdomisi di Tanjung Barat, Jakarta Selatan, akan dimakamkan di TPU Pedongkelan Cengkareng, Minggu pagi besok (5/4).


Arminsyah kecelakaan hingga mobil hangus terbakar berdua dengan pemilik mobil GTR R35 warna putih: Tomy Hadi.


Profil Arminsyah






Arminsyah lahir di Padang, Sumatera Barat, 3 Mei 1960. Ia Wakil Jaksa Agung Republik'Indonesia'sejak 15 November 2017. Sebelumnya ia menjabat Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus sejak 30 Oktober 2015 hingga 15 November 2017.

Di tengah kesibukan sebagai jaksa, Arminsyah mampu menuntaskan program doktornya tepat waktu di Pascasarjana Hukum Universitas Airlangga. Masa kuliahnya yang ditempuh selama 2 tahun 11 bulan tertebus dengan predikat cum laude.

Selama menempuh studi doktor, Arminsyah mengangkat disertasi berjudul "Redefinisi Hukum Konsep Kesengajaan dalam Tindak Pidana'Korupsi".

Arminsyah mengatakan redefinisi yang dimaksud adalah menggarisbawahi teori kesadaran otonom dalam melengkapi dua teori, yaitu kehendak dan pengetahuan, dalam tindak pidana korupsi.

"Bekerja itu harus bersemangat, sungguh-sungguh dan ikhlas. Jangan bekerja sedikit sudah tanya-tanya kapan naik pangkat, kapan promosi. Oh enggak bisa itu. Karena kalau dia kerja enggak ikhlas, dia tidak bersyukur namanya," kata Arminsyah di kantor Kejaksaan Agung, Jakarta, 16 September 2019. Nilai-nilai yang ia tanamkan kepada stafnya di kejaksaan.

Karier



  • 19 Februari 2009: Direktur Penyidikan pada Bagian Tindak Pidana Khusus

  • 6 Oktober 2010: Kepala Kejaksaan Tinggi'Lampung

  • 8 Agustus 2011: Inspektur Pengawasan pada Jamwas

  • 31 Agsustus 2012: Kepala Kejaksaan Tinggi'Jawa Timur

  • 5 Juni 2014: Jaksa Agung Muda Intelijen

  • 30 Oktober 2015: Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus

  • 15'November 2017: Wakil Jaksa Agung


Penghargaan



  • Satya Lencana Karya Satya XXX dari Presiden RI pada 2011.