Honor Perangkat Desa Sindang Agung Tanjungraja Diduga Dipotong Kades

Kantor Desa Sindang Agung/ Efriantoni
Kantor Desa Sindang Agung/ Efriantoni

Honor perangkat desa Sindang Agung, Kecamatan Tanjungraja, Kabupaten Lampung Utara, diduga dipotong oleh oknum kepala desa (Kades).


Berdasarkan penelusuran, diketahui selain pemotongan terhadap honor perangkat, alokasi anggaran untuk karang taruna desa setempat juga tidak dikeluarkan oleh pihak desa.

“Kalau desa lain, anggaran untuk karang taruna sudah dikeluarkan. Nilainya Rp 7,5 juta. Tapi untuk Desa Sindang Agung, kok sampai sekarang belum dikeluarkan,” ujar Rohimat, Ketua Karang Taruna Desa Sindang Agung, Sabtu (27/8).

Dampak alokasi anggaran dana karang taruna tak dikeluarkan, lanjut Rohimat, agenda kegiatan kepemudaan yang sudah tersusun dalam program kerja tidak berjalan sebagaimana mestinya.

”Kita bingung mau melaksanakan program kerja yang sudah disusun, jika alokasi anggaran untuk karang taruna tidak juga dikeluarkan,” lanjutnya.

Sementara itu, salah seorang Kaur Desa setempat mengatakan, dirinya menerima pembayaran honor sebagai perangkat desa selama dua bulan terakhir sebesar Rp 3.960.000, itu terjadi dari awal tahun.

”Gaji kami sebagai perangkat sebesar Rp 2,2 juta sebulan, jadi kemarin itu dibayar dua bulan dan terima sebesar Rp 3.960.000. Artinya dipotong 10 persen. Begitu juga dengan bulan – bulan sebelumnya. Padahal gaji yang dikenakan pajak diatas Rp 2 juta sebesar 5 persen, bukan 10 persen,” katanya, sambil meminta namanya tidak dicantumkan. 

Demikian juga untuk anggota Linmas Desa yang hanya menerima Rp 500 Ribu, sampai dengan Agustus 2022. Sementara untuk desa lainnya dialokasikan untuk Komandan Linmas(Danlinmas) Desa sebesar Rp 150 Ribu perbulan, Wakil Komandan Linmas Rp 120 Ribu perbulan, dan anggota sebesar Rp 100 Ribu.

”Kalau Rp 100 Ribu sebulan, harusnya saya terima Rp 800 Ribu, sampai bulan delapan ini. Tapi saya baru terima Rp 500 Ribu saja,” ujar salah seorang anggota Linmas Desa Sindang Agung.

Sementara Kades Sindang Agung, Ahmad Rizal, saat didatangi di kantor desanya, kantor desa sudah tertutup pukul 15.14 WIB. Warga yang ada disekitar kantor desa setempat juga menyebut kantor desa hanya berfungsi pukul 15.00 WIB. 

“Baru saja pulang, kalau rumah pak kades di Saung Naga, agak jauh dari sini. Telpon aja dulu, baru ke sana,”kata warga tanpa menyebut namanya.

Sementara dihubungi di nomor 081379404XXX melalui aplikasi WhatsApp(WA) dalam kondisi berdering namun tidak diangkat. Sementara pesan yang dikirim melalui aplikasi yang sama juga hanya bercentang dua berwarna hitam.