Humas UIN RIL: Forma Jangan Salah Kaprah, Rektor Diangkat Oleh Menag

Aksi Forma UIN RIL/Ist
Aksi Forma UIN RIL/Ist

Menanggapi aksi kawal pemilihan rektor (Pilrek) Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL), Kasubag Humas, Hayatul Islam meminta Forum Mahasiswa (Forma) UIN RIL jangan salah kaprah. Sebab, saat ini bukan pilrek, namun pengangkatan dan pemberhentian rektor.


"Berdasarkan peraturan menteri agama nomor 68 tahun 2015 disebut sebagai pengangkatan dan pemberhentian rektor atau Ketua UIN se-Indonesia, jadi bukan dipilih, tapi diangkat oleh menteri agama (Menag)," kata Hayatul Islam kepada Kantor Berita RMOLLampung, Kamis (10/6). 

Menurutnya karena prosesnya pengangkatan dan pemberhentian rektor, maka seluruh dosen PTKIN se-Indonesia bisa mendaftarkan diri menjadi rektor UIN Raden Intan Lampung.

"Buktinya dari 10 calon, ada 1 yang dari IAIN Metro. Jadi bukan hanya sekup UIN Raden Intan Lampung saja, tapi seluruh Indonesia," ujarnya. 

Lebih lanjut, Hayatul Islam menjelaskan jika tugas UIN Raden Intan Lampung hanya melakukan penjaringan dan pertimbangan kualitatif oleh senat. 

"Itu semua telah dilaksanakan, bakal calon yang telah terjaring ada 10 orang, dan ke 10 bakal calon rektor tersebut juga telah diuji kualitatif oleh senat universitas," ujarnya. 

Rencananya hasil pertimbangan oleh senat universitas akan dikirim ke menteri agama melalui rektor UIN Raden Intan paling lambat 14 Juni mendatang. 

"Jadi kita hanya melakukan penjaringan dan pertimbangan kualitatif oleh senat, selebihnya kementrian yang menyeleksi, hingga ada 3 nama yang akan diajukan ke pak Mentri. Nanti dari 3 nama tersebut pak menteri yang menetapkan untuk dijadikan rektor," jelasnya.  

Ia mengimbau kepada mahasiswa yang tergabung dalam Forma UIN Raden Intan Lampung jangan sampai salah kaprah dan ditunggangi oleh pihak-pihak tertentu terkait pelaksanaan pemilihan rektor. 

"Para mahasiswa juga jangan sampai terprovokasi ini wilayahnya wilayah kementerian bukan wilayah mahasiswa," ujarnya.