Husein Terharu, Ini Kata Bunda Eva Pascaputusan MA

Bunda Eva ketika podcast dengan RMOL/RMOLLampung
Bunda Eva ketika podcast dengan RMOL/RMOLLampung

Calon Wali Kota Bandarlampung Terpilih Eva Dwiana mengucapkan terimakasih atas dukungan semua pihak sejak sosialisasi hingga keluarnya Putusan MA.


Dia kembali mengajak masyarakat dan para pemangku kepentingan untuk melupakan dinamika selama kontestasi Pilwalkot Bandarlampung 2020.

"Mari kita sama-sama membangun Kota Bandarlampung," ujarnya kepada Kantor Berita RMOLLampung, Rabu sore (27/1).

Lewat Rakhmat Husein DC, staf khusus Wali Kota Bandarlampung, Bunda Eva, panggilan isteri Wali Kota Bandarlampung Herman HN, menyampaikan hal senada.

"Barusan Bunda Eva telepon saya mengucapkan terima kasih untuk semua pihak, mengucapkan rasa syukur juga atas keputusan MA ini," katanya kepada Kantor Berita RMOLLampung, Rabu (27/1). 

Selain itu, Bunda Eva, kata Rakhmat Husein DC, mengajak sama-sama menyesejahterakan masyarakat dan membangun Kota Bandarlampung.

"Cuma itu yang Beliau sampaikan kepada saya tadi via telepon, karena posisi saya masih di Jakarta. Saya sendiri cukup terharu melihat keputusan hari ini," kata Husein sambil menahan isak tangis.

Mahkamah Agung (MA) telah mengabulkan permohonan pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandarlampung, No.3 Eva Dwiana-Dedy Amarullah.

Selain itu, MA juga menolak permohonan intervensi dari pasangan calon nomor urut 01 Rycko Menoza-Johan Sulaiman.

Dalam surat putusan MA yang beredar No. 1/P/PAP/2021, dalam eksepsi menolak eksepsi termohon dengan ini mengabulkan permohonan Pemohon Eva Dwiana dan Deddy Amarullah, untuk seluruhnya. 

Surat tersebut juga menyatakan batal Keputusan Komisi Pemilihan Umum Kota Bandarlampung Nomor 007/HK.03.1-Kpt/1871/KPU-Kot/I/2021 tanggal 8 Januari 2021.

Selanjutnya, MA memerintahkan termohon untuk mencabut Keputusan KPU Kota Bandarlampung No.007/HK.03.1-Kpt/1871/KPU-Kot/I/2021.

Memerintahkan termohon untuk menetapkan kembali dan menerbitkan keputusan baru, yang menyatakan Keputusan KPU Kota Bandarlampung No. 461/HK.03.1-Kpt/1871/KPU-Kot/IX/2020, tanggal 23 September 2020, tentang Penetapan Pasangan Calon Peserta Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandar Lampung Tahun 2020, tetap berlaku dan berkekuatan hukum mengikat.

Terakhir dalam surat tersebut, pihak penghukum termohon wajib membayar biaya perkara sejumlah Rp1 juta. Saat dikonfirmasi di grup WhatsApp Media KPU Kota, Ketua KPU Kota Bandar Lampung hingga kini belum menerima pemberitahuan tersebut.

"Sampai hari ini, Ketua KPU Kota belum menerima pemberitahuan atau surat resmi dari panitera TUM MA, terkait putusan gugatan sengketa yang diajukan oleh tim hukum pasangan nomor 3 ini," kata Dedi Triyadi dalamò.