IB Ilham Malik: Ada Kelemahan Pengelolaan Tol Lampung

IB Ilham Malik, ST, MT/Ist
IB Ilham Malik, ST, MT/Ist

Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Lampung menanggapi teknologi dan denda besar terhadap pengendara JTTS Lampung hingga Rp566 ribu.


IB Ilham Malik, ST, MT, pengamat yang tergabung dalam MTI Lampung, mengatakan ada kelemahan teknologi, manajemen, dan kebijakan afirmatif pengelolaan jalan tol.

Minggu (14/2), satu mobil minibus tertahan dua jam akibat kesulitan bayar denda Rp566 ribu dari pintu tol Tanjungbintang ke Sidomulyo, Kabupaten Lampung Selatan.

"Pihak pengelola tol seharusnya berasumsi bahwa belum semua pengendara paham soal kebijakan jalan tol," katanya seperti relis yang diterima Kantor Berita RMOLLampung, Senin (15/2).

Oleh karena itu, dia berpendapat para pengelola tol harus memastikan semua perangkat teknologi bisa berjalan baik untuk mendukung kebijakannya.

"Seharusnya, tertahannya kendaraan dan denda mahal itu tidak terjadi apabila pintu masuk tol sudah tidak bisa di-tap kartu dua kali," katanya.

Dengan bisa dilakukannya tap dua kali, pengendara siap membayar dua kali sesuai dengan standar tarif jalan tol.

"Apalagi, hal itu terjadi--pengendara minibus--karena tidak ada petugas yang membantu pengguna saat akan membeli saldo," katanya.

Ilham juga menyoroti pengenaan sanksi denda dua kali jarak terjauh bagi pengguna jalan tol.

"Seharusnya, denda jangan mengenakan jarak terpanjang. Cek CCTV untuk tahu mereka masuk dari mana agar tidak terkesan mengada-ada," kata Ilham.

Sehari sebelumnya, ingin cepat membawa keluarga yang stroke ke pengobatan alternatif, pengendara minibus tertahan petugas jalan tol dua jam lebih.

Mobil Carry plat BE-1802-BO tertahan di pintu keluar Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) Sidomulyo, Kabupaten Lampung Selatan karena dua mobil pakai satu kartu.

Ironisnya, mereka yang masuk tol dari Lematang, Tanjungbintang, Kabupaten Lampung Selatan tak bawa uang untuk bayar denda sebanyak Rp566 ribu.

Menurut Yanto, pengemudi, ketika masuk JTTS Lematang, kartu tol miliknya ternyata tidak ada saldo. Dia lalu menggunakan kartu yang juga digunakan mobil Hyundai.

"Kami kurang tahu, mohon maaf," katanya.

"Alhamdulillah, teman-teman media, Ditlantas Polda Lampung dan Basarnas Lampung urunan membantu bayar denda," ujar  Yanto.

"Teman-teman sumbangan untuk bayar denda karena bawa orang sakit yang hendak berobat," kata Agus dari TVRI Lampung kepada Kantor Berita RMOLLampung.