IDI Ingatkan Disdikbud Bandarlampung Evaluasi Simulasi PTM

Ketua IDI Cabang Bandarlampung, dr Aditya M Biomed/ Tuti
Ketua IDI Cabang Bandarlampung, dr Aditya M Biomed/ Tuti

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) cabang Kota Bandarlampung mengingatkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk melakukan evaluasi setelah seminggu dilakukan simulasi pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas. 


Ketua IDI Cabang Bandarlampung, dr Aditya M Biomed mengaku setuju dilakukan PTM terbatas, namun PTM dilakukan di tingkat perkuliahan, SMA, dan SMP yang telah dilakukan vaksinasi. Sementara untuk simulasi tingkat SD yang belum mendapatkan vaksinasi harus lebih hati-hati. 

"Kita juga harus lebih hati-hati, karena saya baca di beberapa tempat ada yang kena lagi, seperti di Padang. Itu juga jadi bahan evaluasi, karena anak kecil itukan protokol kesehatannya susah," kata dr Aditya M Biomed, Senin (13/9). 

Lebih lanjut, dr Aditya juga meminta partisipasi orang tua agar tidak mengizinkan anaknya untuk sekolah jika sedang merasa tidak enak badan. 

"Perlu juga melihat orang tua, jangan sampai ketika anaknya sedang sakit atau tidak enak badan tetap diizinkan sekolah," ujarnya. 

Sementara untuk pelaksanaan PTM selama 2 jam per hari, dr Aditya mengaku sangat kecil kemungkinan potensi penularan Covid-19. 

"Yang ditakutkan bukan lamanya PTM, namun konsistennya dalam PTM. Kalau PKM dilakukan dalam kurun waktu lama perlu dilakukan evaluasi," jelasnya.