Ijazah Alumni UIN Raden Intan Lampung juga Tak Terdaftar di Sivil

Hayatul Islam/Ist
Hayatul Islam/Ist

Sah-sah saja Kasubbag Humas UIN Raden Intan Lampung (RIL) Hayatul Islam membantah kabar mengeluarkan ijazah bodong.


Menurut Hayatul Islam, perguruan tinggi negeri tak mungkin menerbitkan ijazah bodong. Nomor ijazah yang tidak ada di PDDikti, bisa melihat validitasnya di Penomoran Ijazah Nasional (PIN). 

Namun ternyata, setelah dicek nomor ijazah mahasiswa UIN RIL yang diwisuda pada Mei 2021, juga tidak ada di sistem verifikasi ijasah elektronik (Sivil).

Diberitakan inilampung.com, salah satu ijazah yang dijadikan sample redaksi inilampung, bernomor R.9693/Un.16/R/FTK**** setelah dicek berulang kali ke portal https://ijazah.kemdikbud.go.id/ juga tidak ditemukan. Begitu juga setelah dicek ke portal https://pddikti.kemdikbud.go.id.

Sementara sebagai pembanding, beberapa ijazah lulusan Universitas Saburai, UBL, dan Unila, tahun lulus yang sama, sangat jelas terlihat data-data dari NPM, nomor ijasah, tanggal lulus, dan lain sebagainya.

Bahkan, ijazah yang dibagikan, tanpa stempel basah dari UIN RIL meski sudah ditanda tangani oleh dekan atas nama Prof. Dr.Hj.Nirva Diana, M.Pd dan rektor, Prof.Dr.H.Moh.Mukri, M.Ag. Hal itu bertentangan dengan Permenristekdikti Nomor 59 Tahun 2018 tentang Ijazah, terutama di pasal 5 ayat 2 yang secara tegas diatur, ijasah harus memuat nomor ijasah nasional.

Jadi kurang tepat jika dianggap ijazah bodong. Sebab, jelas Hayatul Islam, UIN RIL sebagai perguruan tinggi negeri tentu terdapat di Forlap Dikti.

"Ya tidak benar dong, tidak mungkin perguruan tinggi negeri tidak terdaftar di Forlap Dikti. Pasti otomatis terdaftar," kata Hayatul Islam (rmollampung.id, Minggu (17/10). 

Sayangnya, ucapan itu seakan pembelaan diri dari Humas UIN RIL untuk menutupi kinerja rektorat yang lebih mementingkan urusan lembaga lain di luar kampus.

"Prof Moh.Mukri meski sibuk sebagai Ketua PWNU dan MUI Lampung, tetap menjalankan kewajibannya sebagai Rektor untuk menandatangani ijazah para alumni itu. Setiap hari Rektor hadir ke kampus, meskipun beliau selalu dikunjungi oleh tamu-tamunya," jelas Hayatul Islam. 

Di sisi lain, alumni UIN RIL pada 2017, banyak yang gagal mendaftar CPNS karena ternyata ada perbedaan nomor ijasah dari yang dibagikan dalam wujud cetak dengan yang diterbitkan di PDDikti. 

Hal itu diakui selain oleh Supriyatna. Juga oleh Fitria Fadlilah, yang kini sedang menunggu nasib di hasil tes P3K usai mengurus ulang nomor ijasahnya ke kampus.