Imron Ajak Pemuda Berperan Cegah dan Atasi Konflik dengan Musyawarah

Sosialisasi Peraturan Daerah Provinsi Lampung yang berlangsung di Kampus SMK Kecamatan Sekampung/Ist
Sosialisasi Peraturan Daerah Provinsi Lampung yang berlangsung di Kampus SMK Kecamatan Sekampung/Ist

Pemuda berperan strategis di masyarakat. Termasuk dalam mengatasi atau mencegah konflik di masyarakat.


Ketika terjadi konflik di masyarakat, pemuda diminta untuk tidak berdiam diri. Tetapi harus tampil mengambil peran agar konflik tidak membesar dan terselesaikan dengan baik.

Hal itu terungkap dalam Sosialisasi Peraturan Daerah Provinsi Lampung yang berlangsung di Kampus SMK Kecamatan Sekampung, Lampung Timur, Minggu (17/10).

Sosialisasi digelar Anggota DPRD Provinsi Lampung dari Fraksi Partai Golkar, Ali Imron. Menghadirkan narasumber Camat Sekampung, Suparman dan anggota Bawaslu Lampung Timur, Winarto.

Dihadiri Ketua Pengurus Cabang Pemuda Muhammadiyah Kecamatan Sekampung, M Hendri Wijaya, serta pemuda dan pelajar Muhammadiyah. 

Selanjutnya, Imron menjelaskan, sebenarnya bangsa Indonesia memiliki warisan budaya yang arif dalam menghadapi atau mencengah konflik di masyarakat. Yaitu, budaya bermusyawarah dan gotong-royong.

"Dengan bermusyawarah, konflik bisa dicegah atau diminimalisir. Dengan gotong-royong, akan tumbuh kebersamaan dan semua persoalan akan menjadi lebih ringan," jelas politisi dari Brajaselebah, Lampung Timur itu.

Karena itu, dia mengajak pemuda untuk kembali membangkitkan semangat musyawarah dan gotong-royong dalam menghadapi berbagai persoalan di masyarakat.

Apalagi, kata dia, Pemprov Lampung juga memfasilitas pencegahan dan penanganan konflik di masyarakat melalui Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2016 tentang Pedoman Rembuk Desa dan Kelurahan dalam Pencegahan Konflik.

"Perda itu mengatur bagaimana cara menyelesaikan konflik di masyarakat. Pihak mana saja yang berperan dalam menyelesaikan konflik," ujar Imron. 

Dengan demikian, setiap terjadi konflik di masyarakat, sudah seharusnya diselesaikan dan dimusyawarahkan melalui rembuk desa. Sehingga konflik dapat diselesaikan dengan baik. Tidak sampai menimbulkan kerugian yang lebih besar.

"Jangan setiap persoalan dibawa ke hukum. Dirembuk dulu, dimusyawarahkan dulu dalam rembuk desa," saran Imron. 

Hal senada disampaikan Camat Sekampung, Suparman. Menurut dia, untuk mencegah konflik di masyarakat, perlu dibangun kebersamaan di masyarakat melaui berbagai kegiatan yang mempererat silaturahmi antarelemen masyarakat. 

Terciptanya hubungan yang harmonis di masyarakat, kata dia, setiap ada konflik akan mudah diselesaikan. "Setiap ada konflik, selesaikan dulu lewat musyawarah, dirembuk dulu," katanya. 

Sementara Winarto mengajak pemuda tampil mengambil peran ketika ada konflik di masyarakat. "Pemuda harus tampil ketika terjadi konflik di masyarakat. Agar konflik tidak sampai menjadi lebih parah," katanya.

Selain itu, Winarto juga meminta para pemuda mengambil peran di masyarakat sesuai dengan keahlian masing-masing. "Tunjukkan keahliannya. Pemuda jangan berdiam diri di rumah," katanya.