Indikasi Manipulasi Data, Gakkumdu Investigasi PPS Tanjungraya

Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Kota Bandarlampung melakukan investigasi pertama terhadap penyelenggara pemilu yang diduga petugas PPS di Kelurahan Tanjungraya, Kecamatan Kedamaian.


Ketua Bawaslu Bandarlampung Candrawansah mengatakan, PPS tersebut diduga memanipulasi data dengan memberikan data dukungan memenuhi syarat (MS) pada berkas dukungan bakal calon perseorangan (bapaslon) sebelum dilakukan verifikasi faktual pada warga.

"Ada indikasi penyelenggara pemilu meng-MS-kan dukungan salah satu bakal calon perseorangan," katanya Minggu (12/7).

Ia melanjutkan, setelah ditelusuri, warga yang bersangkutan tidak pernah mendukung bapaslon perseorangan.

Data akumulasi hingga 9 Juli, Bawaslu Bandarlampung sudah menemukan 37 dukungan ASN dan 47 penyelenggara pemilu pada berkas dukungan Firmansyah-Bustomi.

Sedangkan untuk bapaslon Ike Edwin-Zam Zanariah ada 18 dukungan ASN dan 43 penyelenggara pemilu.

Anggota Bawaslu Bandarlampung Divisi Penanganan Pelanggaran, Yahnu Wiguno Sanyoto, mengatakan penyelenggara tersebut bisa dijerat hukuman pidana.

"Paling singkat 36 bulan dan paling lama 72 bulan dan denda paling sedikit Rp36 juta dan paling banyak Rp72 juta," ujarnya.

Ia mengimbau, bagi masyarakat yang tidak diverifikasi dan merasa mendukung dapat melapor ke jajaran pengawas atau datang langsung ke Bawaslu Kota Bandarlampung.

"Tapi KPU sebenarnya sudah ada upaya melalui jajaran di bawahnya. Bagi warga yang belum sempat didatangi, warga mendatangi Sekretariat PPS. Sesuai mekanisme yang diatur dalam PKPU Nomor 82 Tahun 2020," pungkasnya.