Ini Alasan Mbak Pur Singkirkan Ronald


Episode 18

USAI mengikuti prosesi yang diperintahkan dukun tangguh, Mbah Godam, Juned mandi tengah malam di aliran pertemuan tiga sungai. Semilir angin subuh membuat Juned merasa dingin. Sementara ditengah padatnya lalulintas ibukota, Mbak Pur merebahkan diri sembari tersenyum-senyum.

Merenung tentang dinamika Pilgub di kawasan Pabrik Permen, membuat keduanya kompak tertawa lepas, walau ditempat yang berbeda. Satu hati, bak iklan Honda. Sementara dalam pikiran boneka-boneka Mbak Pur, juragan mereka' berhasil melampiaskan syahwatnya untuk membuang Ronald.

Timbul pertanyaan, mengapa Mbak Pur begitu bernafsu mencampakkan Ronald? Berawal dari tahun ke dua Ronald berkuasa, Mbak Pur selain memaksa menempatkan para pegawai yang menjadi kaki tangannya di seluruh lini, juga memaksa Ronald untuk melanjutkan pembangunan kawasan baru bagi para tata praja. Rencana perpindahan lokasi ini, sudah dicanangkan penguasa sebelumnya. Dan Ronald menolak.

"Pengkhianat," ujar Guntur keras.

Tentu saja tidak sederhana' Ronald menolak. Ada argumentasi kuat yang bisa dijadikan alasan. Selain memang Ronald tak menghendaki adanya intervensi Mbak Pur terlalu dalam. Cukup sampai Mbak Pur menempatkan Juned sebagai sekretaris saja. Namun, alasan yang terungkap ke publik, adalah adanya aturan yang dikeluarkan pusat kekuasaan. Melarang pembangunan kantor-kantor baru untuk kepentingan para tata praja.

Bila Ronald mematuhi kehendak Mbak Pur melalui usulan skema melibatkan swasta dengan cara tukar guling aset, memang secara nilai akan sama. Terkesan tidak merugikan tata praja. Banyak pihak tidak mengetahui, sesungguhnya tata praja mengalami kerugian yang tidak terhingga. Posisi aset tata praja yang akan di tukar Mbak Pur sangat strategis, nilainya melampaui nilai kekinian, ketika kesepakatan dilakukan.

Disisi lain, bagi Ronald pribadi, dia akan tercatat sebagai sosok yang menjual aset tata praja yang memiliki nilai sejarah tinggi dalam perjalanan eksistensi seluruh kawasan Pabrik Permen. Pada posisi inilah Ronald keras melawan. Mbak Pur marah besar.

Bukan Mbak Pur bila buntu akal. Apalagi begitu banyak orang disekitar Ronald yang bermental khianat. Melalui kekuatan uang yang dimiliki, satu persatu orang disekitar Ronald bergabung bersama Mbak Pur, tanpa diketahui Ronald.

Latar belakang kebencian Mbak Pur terhadap Ronald, akhirnya terkonfirmasi dari mulut Juned. Saking jumawanya, ketika Juned mewakili Mbak Pur untuk menghalangi terbentuknya Dangsus Permen di lembaga rakyat di sekitar Pabrik Permen, meluncurlah pidato tentang rencana mengambil alih aset tata praja.

Dihadapan para petinggi lembaga rakyat, Juned menistakan Ronald sebagai penguasa yang tidak mampu dan tidak memiliki kreatifitas. "Program penguasa sebelumnya yang menset-up pindahnya komplek perkantoran tata praja ke wilayah lain, seharusnya dilaksanakan Ronald. Alasan adanya larangan tidak diperkenankan untuk membangun perkantoran baru, seharusnya bisa disiati. Dicarikan jalan keluar, tanpa harus menggunakan anggaran resmi. "Kalau Ronald pintar, harusnya ada jalan kelaur. Tidak diam," ungkap Juned.

Pidato berapi-api Juned terus membuai. Juned ingin menunjukkan bahwa dirinya sangat layak jadi gubernur. Saking semangat, Juned yang merasa sudah menjadi Gubernur, meluncur kalimat:

"Saya akan teruskan program perpindahan kompleks tata praja. Saya panggil pihak swasta untuk menilai aset seluruh kompleks yang ada sekarang. Kemudian buat kesekapatan dengan swasta agar untuk membangun kebutuhan perkantoran baru. Biar fair, tidak ada korupsi, penilaiannya dilakukan oleh konsultan independen. Biar Cheng Li. Nilai itulah yang harus dibangun swasta di tempat yang baru. Setelah selesai, baru pindah. Aset yang lama kita serahkan kepada mereka. Mau mereka bangun mall, hotel lantai 30, saya izinkan," kata Juned.

Apa makna dari pidato Juned? Sangat mudah dipahami. Inilah sesungguhnya agenda Mbak Pur, mengapa memaksakan' Juned untuk merebut kuris Ronald. Tentu masih banyak agenda-agenda penguasaan lainnya. Melalui Juned, rencana yang semula dihambat Ronald bisa terealisasi secara sempurna. Sebuah rencana penjarahan kawasan yang sempurna. Selamat datang penjajah. (d)