Ini Hasil Rapid Test Ratusan Pegawai Puskesmas Dan Pemudik Di Pesawaran

Pelaksanaan rapid test di salah satu Puskesmas di Kecamatan Gedongtataan terhadap 114 tenaga kesehatan dan 73 pemudik dilakukan pada Rabu (13/5) lalu.


Hasilnya, 11 orang reaktif dan 2 orang dinyatakan positif Covid-19.

Hal tersebut diungkapkan oleh Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Pesawaran, dr. Aila Karyus, Senin (25/5) malam.

Dijelaskan, dalam rangka deteksi dini dan penjaringan serta antisipasi penularan Covid-19 di Pesawaran, Ketua GTPP Covid-19 Pesawaran Dendi Ramadhona, telah menginstruksikan untuk dilakukan screening dengan rapid test terhadap orang yang beresiko tinggi.

"Yang beresiko tinggi seperti pemudik/pendatang yang sedang dalam pemantauan serta kepada tenaga kesehatan yang merupakan garda terdepan dalam pelayanan kesehatan kepada masyarakat," jelasnya.

Lebih lanjut Aila mengatakan setelah dilakukan tracing terhadap 11 orang yang reaktif, tracing juga dilakukan terhadap anggota keluarga, terdapat penambahan 9 orang reaktif.

"Setelah dilakukan tracing terhadap yang reaktif didapatkan penambahan 9 orang reaktif, yang merupakan anggota keluarga, sehingga total hasil rapid test yang reaktif berjumlah 20 orang, karena semua kondisinya baik dan tidak menunjukkan gejala, mereka berstatus OTG," katanya.

Selanjutnya, dilakukan pengambilan swab terhadap semua orang yang reaktif dan telah dilakukan isolasi mandiri.

"Minggu (24/5) Dinas Kesehatan Pesawaran mendapatkan informasi dari Dinas Kesehatan Provinsi Lampung hasil swab ke 1 terhadap 8 orang, 2 orang dinyatakan positif Covid-19, atas nama Ny.T.Kh/58 th Nakes dan Ny.EL/45th/ Nakes," ungkapnya.

Maka ke-2 orang ini menjadi kasus Konfirmasi Positif Covid-19 (Ps 05 dan Ps 06) untuk Kabupaten Pesawaran. Sedangkan hasil swab yang lainnya belum keluar, pasien selama ini kondisi fisik baik dan tidak bergejala, tidak punya riwayat perjalanan sebelumnya dari daerah terjangkit.

Dia juga mengimbau, kepada seluruh tenaga kesehatan baik di puskesmas, rumah sakit, klinik swasta, praktek dokter, praktek bidan, praktek perawat agar selalu menjalankan protokol kesehatan pada waktu memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Karena bila banyak tenaga kesehatan yang terpapar virus ini dan harus isolasi 14 hari, siapa lagi yang akan melayani kesehatan masyarakat.

"Kepada masyarakat kami juga menghimbau agar jujur dalam memberi keterangan kepada petugas kesehatan pada waktu pemeriksaan kesehatan, Pakailah masker, jaga jarak, sering cuci tangan pakai sabun, tetap di rumah bila tidak ada keperluan mendesak, serta berperilaku hidup bersih dan sehat," pungkasnya.