Inspektorat Lampura Segera Periksa Dugaan Disunatnya Honor Perangkat Desa Sindang Agung

Kantor Inspektorat Lampung Utara/ Efriantoni
Kantor Inspektorat Lampung Utara/ Efriantoni

Mencuatnya dugaan disunatnya Honor Perangkat Desa serta belum disalurkannya anggaran Karang Taruna oleh Pemdes Desa Sindang Agung, Kecamatan Tanjung Raja, mendapat sorotan dari Inspektorat Lampung Utara (Lampura).


"Atas Informasi dari pemberitaan sejumlah media, Inspektorat Lampura segera menindaklanjuti mengenai sejumlah persoalan yang terjadi di Desa Sindang Agung dengan mengintruksikan Irbansus untuk turun kelapangan," kata Herti, Sekretaris Inspektorat Lampura, mewakili Kepala Inspektorat Erwinsyah ketika dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp, Minggu (28/8).

Menurut Herti, seharusnya sejumlah permasalah ini tidak perlu terjadi, sebab honor perangkat desa sudah ada anggaran tersendiri dan tidak diperbolehkan dipotong. Kemudian Anggaran Karang Taruna juga sudah ada dan harus disalurkan sebagai pendukung kegiatan kepemudaan di desa.

"Kalau pun ketika nanti terjadi adanya pemotongan dan tidak disalurkannya anggaran karang taruna maka inspektorat Lampura akan melakukan proses pemeriksaan khusus terhadap Pemdes Sindang Agung," jelasnya.

Dalam waktu dekat ini, Irbansus segera turun ke lapangan untuk menindaklanjuti permasalahan di Desa Sindang Agung yang sudah viral di sejumlah media.

Sementara diperoleh informasi bahwa Kepala Desa Sindang Agung telah mengembalikan honor perangkat desa.

"Kepala Desa hari ini sudah kembalikan honor perangkat desa yang dipotong sudah dikembalikan kepala desa. Pengembalian itu di rumah kades, kan hari libur," kata salah satu kaur via telepon WhatsApp, yang tidak ingin disebutkan namanya.

Namun di sisi lain Ketua Karang Taruna, Rohimat mengatakan bahwa untuk Anggaran Karang Taruna hingga saat ini belum disalurkan. 

"Sampai detik ini belum juga disalurkan dana karang taruan, kalau yang perangkat lainnya kabar nya sudah dikembalikan di rumah pak kades," tutur Rohimat.