Inspektorat Telusuri Dana BOS SMPN 1 Kotaagung Timur

Menumpuknya sampah dan kurangnya sarana dan prasarana di SMPN 1 Kotaagung Timur Kabupaten Tanggamus, mendorong pihak Inspektorat untuk memanggil kepala sekolah dan Dinas Pendidikan.


Sekretaris Inspektorat Tanggamus, Gustam mengatakan, pihaknya akan mencari tahu apakah sampah sengaja dikumpulkan untuk dilakukan pengolahan, atau memang dibiarkan menumpuk.

"Jadi kita harus dengar dulu alasan kepala sekolah
soal sampah menumpuk itu, tapi yang jelas penumpukan sampah di situ akan
berdampak dengan kesehatan dan kenyamanan siswa," jelas Gustam kepada Kantor
Berita RMOLLampung, Kamis (27/2).

Menurutnya, apakah ini faktor kelalaian, atau
kesengajaan, juga ada tujuan tertentu, akan diputuskan nanti setelah dipanggil
dan didengar klarifikasinya.

Mengenai kurangnya mebeler dan kerusakan bangunan, ada
dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) untuk pemeliharaan (rehap ringan), yang nantinya
akan dilihat apakah sudah sesuai dengan pengunaannya.

"Berkaitan dengan transparansi pengunaan dana BOS, memang
tidak harus dipublikasikan, namun penyusunan angaran belanja satu tahun, harus
dibahas dan dikonsultasikan dengan komite sekolah, dan dituangkan di Rencana
Kegiatan Angaran (RKA)," jelas Gustam.

Pengunaan dana BOS harus diketahui dan ditandatangani
komite sekolah, kalau itu tidak dilakukan merupakan kesalahan, pihaknya akan
melakukan peringatan supaya itu dilakukan.

"Apabila ditemukan penyimpangan, kita akan lakukan
tuntutan ganti rugi, apabila dengan waktu yang ditentukan belum dilaksanakan,
kita akan rekomendasikan kepenegak hukum," jelas Gustam.