Instruksi Gubernur: Bandarlampung PPKM Darurat, Metro PPKM Diperketat

Instruksi Gubernur Lampung/Ist
Instruksi Gubernur Lampung/Ist

Gubernur Lampung Arinal Djunaidi mengeluarkan instruksi yang isinya hanya satu kota yang melaksanakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis mikro darurat, yakni Kota Bandarlampung dengan status zona merah Covid-19.


Sedangkan untuk Kota Metro yang juga menyandang status zona merah melaksanakan PPKM berbasis mikro diperketat bukan darurat.

Keputusan itu sesuai dengan Instruksi Gubernur Lampung Nomor 7 Tahun 2021 tentang Perubahan Instruksi Gubernur Lampung Nomor 6 Tahun 2021 tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro Dan Mengoptimalkan Posko Penanganan Covid-19 Di Tingkat Desa Dan Kelurahan Untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19.

Di dalam instruksi tersebut Gubernur mengatakan, khusus kepada Wali Kota Bandarlampung yang wilayahnya ditetapkan sesuai kriteria level situasi pandemi berdasarkan asesmen dengan kriteria level empat pada kondisi darurat (diberlakukan PPKM Mikro darurat).

"Sedangkan untuk Wali Kota Metro yang wilayahnya ditetapkan sesuai kriteria level situasi pandemi berdasarkan asesmen dengan kriteria level empat pada kondisi diperketat (diberlakukan PPKM Mikro diperketat)," tulis Arinal dalam surat instruksinya, Minggu (11/7).

Kemudian, selama pemberlakuan PPKM Mikro ada beberapa ketentuan yang harus dipatuhi yakni pelaksanaan kegiatan belajar mengajar (KBM)  (Sekolah Perguruan Tinggi, akademika, tempat pendidikan/pelatihan dilakukan secara daring (online) dan pelaksanaan kegiatan pada sektor non esensial diberlakukan 100 persen work from home (Berlaku untuk wilayah yang menerapkan PPKM darurat).

Lalu, untuk wilayah yang dilakukan PPKM Mikro diperketat harus mematuhi peraturan yang ditelah ditetapkan, di antaranya tempat ibadah (masjid/musala, gereja serta tempat umum lainnya yang difungsikan sebagai tempat ibadah) tidak mengadakan kegiatan peribadatan/keagamaan berjamaah selama masa PPKM diperketat dan mengoptimalkan pelaksanaan ibadah dirumah serta resepsi pernikahan ditiadakan sementara.

"Instruksi Gubernur ini berlaku pada tanggal 12 Juli 2021 sampai dengan tanggal 20 Juli 2021," tegas Arinal.