Istri Kanker Tulang, Hasan Dan Keluarga Tinggal Di Pinggir Sungai Di Wonosobo

Hasan dan istri serta seorang anaknya/RMOLLampung
Hasan dan istri serta seorang anaknya/RMOLLampung

Keluarga prasejahtera penyandang disabilitas yang tinggal mengontrak rumah petak di pinggir sungai samping Puskesmas Siringbetik Pekon Tanjungkurung, Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Tanggamus, berharap uluran tangan dermawan.


Kepada kantor berita RMOLLampung, Hasan Basri (42) mengatakan, sejak menikah di tahun 2014 lalu, dirinya bersama istri dan kedua anaknya hidup berpindah-pindah karena belum mempunyai rumah, juga tidak mempunyai pekerjaan tetap.

Menurut dia, istrinya Siti Patimah (39) sejak tahun 2015 sudah merasakan gejala sakit-sakit di bagian badan sebelah kanan, terlebih dia menderita cacat fisik di kaki (pincang) sejak gadis.

"Upaya pengobatan sudah dilakukan mulai dari paranormal juga dokter, tapi belum bisa mengobati penyakit yang dideritanya. Dua bulan terahir ini sekujur tubuh sebelah kanan tidak bisa digerakan sama sekali sehingga tidak bisa berjalan, oleh dokter Pajar yang bertugas di puskesmas diberikan kursi roda, dengan harapan ia bisa keluar rumah untuk berjemur," jelasnya.

Atas dasar itu istrinya dibawa berobat ke dokter tulang di RSUD Batin Mangunang Kotaagung, dari hasil gambar rontgen, istrinya didiagnosa mengidap penyakit kanker tulang.

Agar tidak menyebar ke seluruh tubuh, oleh dokter ia disarankan untuk berobat ke rumah sakit pilihan, RS Fatmawati Jakarta, atau RS Hasan Sadikin Bandung dan RS di Palembang untuk dilakukan operasi.

Dia langsung mengurus BPJS nya ke Dinsos Tanggamus, dan diberikan rekomendasi pemindahan ke BPJS gratis, karena sebelumnya ia bersama istrinya ikut BPJS Mandiri. Karena masih ada tungakan kantor BPJS tidak bisa mengeluarkan kartu barunya, sebelum melunasi tunggakan Rp1.275.000.

"Untuk saat ini, gimana mau melunasi tunggakan tersebut, untuk makan sehari-hari aja kami kesusahan. Saya berharap ke-Pemkab Tanggamus juga dermawan yang mau membantu membiayai pengobatan istri saya, harapnya lirih.

Menangapi hal itu, Ketua DPRD Tanggamus Heri Agus Setiawan akan mengupayakannya ke Pemkab Tanggamus, dengan meminta data-data pendukung seperti, KTP, KK dan lainnya.

“Pemkab tanggamus mempunyai program BPJS kesehatan bagi warga yang tidak mampu, ini adalah tangung jawab pemerintah ada warganya yang seperti itu, dan harus difasilitasi pengobatannya,” jelasnya kepada RMOLLampung via sambungan telpon, Senin (19/10).

Sayangnya, saat RMOLLampung akan menkonfirmasi dokter umum Puskesmas Siringbetik, Pajar Murdi Puspitorini di ruang prakteknya pribadinya di puskes setempat,  dengan nada ketus dia mengatakan tidak punya waktu. “Capek saya, besok aja lagi,” ujarnya sembari menutup pintu.