Itera Raih Predikat Menuju Informatif Peringkat Dua di Atas Unila

Ist
Ist

Institut Teknologi Sumatera (Itera) meraih predikat Menuju Informatif dalam Anugerah Keterbukaan Informasi Publik tahun 2021, yang diselenggarakan oleh Komisi Informasi Pusat (KIP).


Itera menempati peringkat ke dua dari 15 perguruan tinggi negeri yang meraih predikat menuju informatif, dengan nilai 88,79. Atau lebih unggul dari Universitas Lampung dengan nilai 87,65. 

Rektor Itera, Prof Mitra Djamal mengatakan capaian yang diraih Itera merupakan wujud komitmen Itera dalam melakukan keterbukaan informasi publik sesuai Undang-Undang nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.

Meski masih tergolong sebagai perguruan tinggi negeri baru, kata Prof Mitra, Itera bertekat untuk semaksimal mungkin memberikan layanan informasi publik yang dibutuhkan masyarakat. Baik tentang kebijakan, peraturan-peraturan, maupun data dan informasi lain.

“Kami juga selalu berusaha meningkatkan pelayanan informasi publik, dengan berkolaborasi bersama seluruh unit kerja dan berbagai pihak. Guna menjaga semangat transparansi di Itera,” kata Prof Mitra Djamal, Selasa (26/10). 

Itera juga akan terus mengoptimalkan pemanfaatan teknologi guna memudahkan masyarakat memperoleh informasi seputar Itera, diantaranya dengan membuat aplikasi khusus berbasis android untuk layanan informasi publik PPID Itera yang dapat diunduh di play store. 

"Sementara untuk call center dapat diakses 7 x 24 jam, hingga pusat komplain Itera," ujarnya. 

Sementara, Wakil Presiden RI, Prof Ma'ruf Amin menyampaikan penganugerahan keterbukaan informasi publik menjadi kesempatan baik bagi badan publik termasuk perguruan tinggi untuk melakukan akselerasi upaya-upaya terbaik, dengan menciptakan inovasi dalam pelayanan informasi. 

“Hasil penilaian dapat menjadi intropeksi seluruh badan publik untuk menjaga dan meningkatkan pelayanan informasi publik, meski di tengah pandemi Covid 19,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua KIP, Gede Narayana mengatakan hasil monev keterbukaan badan publik (BP) tahun 2021, terdapat 338 badan publik yang mengikuti penilaian. 

Dari 338 badan, sebanyak 83 badan publik (24,63) meraih kategori informatif, 63 badan publik (18,69%) menuju informatif, 54 badan publik (16,02) cukup informatif, 37 badan publik (10,98%) kurang informatif, dan 100 badan publik (29,67%) tidak informatif.